Mahfud MD Tegaskan Pandji Tak Bisa Dihukum gegara Singgung Gibran: Tenang, Nanti Saya Bela
JAKARTA, iNews.id - Pakar hukum tata negara Mahfud MD menegaskan komika Pandji Pragiwaksono tidak bisa dihukum atas materi stand up yang menyinggung Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam pertunjukan Mens Rea. Dia menyatakan akan membela Pandji apabila diproses hukum atas materi tersebut.
"Orang bilang orang mengantuk tuh masa menghina. Misalnya, 'Mas Cup, kamu kok ngantuk?' Enggak apa-apa, orang ngantuk biasa," ujar Mahfud dalam video yang diunggah dalam channel YouTube Mahfud MD Official, dikutip Kamis (8/1/2026).
Dia menjelaskan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru berlaku per 2 Januari 2026. Sedangkan, Pandji menyuarakan materi stand up itu dalam Mens Rea pada 30 Agustus 2025 lalu.
"Tapi kalau itu dianggap menghina, khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini, tidak bisa dihukum, karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2," kata Mahfud.
Oleh karena itu, Mahfud menegaskan Pandji tidak bisa dihukum. Dia pun menyatakan kesediaan untuk membela Pandji apabila diproses hukum.
"Gak, gak akan dihukum Mas Pandji. Tenang, nanti saya yang bela," tutur dia.
Diketahui, aturan penghinaan terhadap kehormatan atau harkat dan martabat presiden dan wapres diatur dalam Pasal 218 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Dalam Pasal 281 ayat (1), disebutkan setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri presiden dan/atau wakil presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.
Kemudian Pasal 281 ayat (2) menyatakan tidak merupakan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), jika perbuatan dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.
Sebelumnya, Pandji menyinggung Gibran dalam materi stand up Mens Rea. Dia menyoroti kebiasaan pemilih dalam memilih calon presiden dan wakil presiden berdasarkan penampilan fisik pada Pilpres 2024 lalu.
"Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang? Banyak. Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya,” kata Pandji dalam pertunjukan Mens Rea.
Dia lantas menyoroti Gibran. Menurut dia, Gibran terlihat seperti mengantuk.
"(Calon) wakil presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada, maaf. Gibran ngantuk ya?” ujar Pandji.









