Anthropic Ingatkan AI Bisa Menyalin Diri ke Perangkat IoT dalam Hitungan Bulan
Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) Anthropic memperingatkan model AI berukuran kecil bisa segera mampu menggandakan dirinya di perangkat pintar yang terhubung internet. Kemampuan itu diperkirakan tercapai dalam hitungan bulan.
Peringatan tersebut tertuang dalam laporan tim Frontier Red Team Anthropic yang dirilis Senin (12/10/2026).
Perangkat yang berisiko antara lain kotak TV Android murah, oven pintar, kulkas pintar, penyedot debu robot, pemotong rumput otomatis, kamera keamanan, hingga unit konferensi video.
Menurut peneliti Anthropic, replikator semacam ini sulit dimatikan karena tidak memiliki titik pusat yang bisa dimatikan.
Model AI yang menyusup ke perangkat dapat memakai daya komputasinya untuk berjalan sendiri tanpa bergantung pada pusat data.Anthropic menyebut jenis ancaman ini sebagai “cacing AI” (AI worm).
Anthropic menegaskan belum ada replikator AI yang benar-benar lepas kendali. Namun, agen AI disebut makin mampu menyelesaikan langkah-langkah dalam rantai replikasi, termasuk mewariskan hasil adaptasinya ke salinan berikutnya.
Dalam salah satu uji, peneliti menjalankan model Gemma4-26B-A4B milik Google secara terdistribusi di 15 kotak TV Android bermerek tidak dikenal.
Harga tiap kotak sekitar USD55. Kecepatannya hanya 0,39 token per detik, tetapi cukup membuktikan model yang cukup mumpuni bisa berjalan di perangkat murah.
Pada uji lain, model Qwen3.5-9B berhasil menyalakan layanan inferensi di 8 dari 9 jenis perangkat keras, termasuk komputer Mac.Dalam simulasi jaringan berisi delapan node, hanya model GLM-5.2 yang berhasil menyebar ke seluruh node secara konsisten. Ia sukses pada empat dari lima percobaan.
Berdasarkan tren peningkatan kemampuan model kecil, Anthropic memperkirakan model kecil menyamai level GLM-5.2 pada akhir 2026.
Perkiraan itu disebut kasar. Peneliti juga mengakui tahap peretasan dalam simulasi dibuat sangat mudah, sehingga hasilnya merupakan batas atas.
Penyebarannya diperkirakan lambat, dengan waktu penggandaan hitungan hari.
Peneliti mengibaratkannya seperti jamur lendir digital. Jika botnet Kimwolf yang menginfeksi lebih dari dua juta perangkat dijadikan acuan, kapasitasnya diperkirakan setara sekitar 40 GPU H100. Jumlah itu kecil secara absolut, tetapi sulit diberantas.Untuk menangkalnya, Anthropic menyarankan upaya menekan angka reproduksi infeksi di bawah satu, seperti dalam penanganan epidemi.
Lalu lintas jaringan yang janggal, misalnya unduhan model berukuran gigabita, dapat dipantau penyedia layanan internet (ISP).
Pada kasus botnet Mirai, karantina pelanggan terinfeksi disertai notifikasi membersihkan 92 persen infeksi dalam 14 hari, dibandingkan 74 persen tanpa notifikasi. Produsen perangkat juga didorong menghapus kata sandi bawaan.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan AI. CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyerukan guardrail yang lebih ketat, meski keduanya terus merilis model baru.








