Dulu Bertahun-tahun, Kini Hitungan Pekan: AI Dituding Percepat Gelombang Jailbreak PS5
Dalam dua pekan, sebuah aplikasi pemutar game PlayStation 2 untuk PS5 hasil jailbreak naik dari versi 1.00 ke 2.00.
Kecepatan seperti ini nyaris tak pernah terjadi dalam dunia peretasan konsol. Kini kecerdasan buatan (AI) menjadi tersangka utamanya.
Aplikasi bernama PS5SX2 itu ramai dibicarakan di komunitas homebrew PS5 di Reddit. Versi 1.00 penuh galat, dan pengguna saling bertukar solusi untuk aplikasi yang macet dan game yang tak terbaca.
Versi 2.00 sudah membawa frame generation dan dukungan multi-disc. Satu unggahan lain bahkan mengklaim game PlayStation 3 kini bisa berjalan di PS5. Capaian ini penting karena Sony menghapus kompatibilitas mundur sejak PlayStation 4 meluncur pada 2013.
Celah baru, jangkauan lebih luasPS5SX2 hanyalah bagian dari gelombang jailbreak PS5 sepanjang 2026. Akhir September, pengembang Nathan Fargo merilis rantai celah bernama Relapse. Celah ini bekerja pada firmware 7.00 hingga 13.60, sedangkan jailbreak publik sebelumnya berhenti di 12.70.
Semua PS5 yang belum diperbarui ke firmware 14.00, yang dirilis Sony pada 16 September, masih bisa dijajal.
Belum ada konfirmasi bahwa tim Relapse memakai AI. Namun, polanya sejalan dengan lonjakan di bidang dekompilasi game.
Dekompilasi dibantu mesin
Dekompilasi adalah kerja mundur dari kode terkompilasi, yang hanya dipahami mesin, menjadi kode sumber yang bisa dibaca manusia dan menghasilkan game yang sama. Cara ini dipakai penggemar untuk membuat port PC tak resmi game klasik seperti Super Mario 64. Biasanya pekerjaan itu memakan waktu bertahun-tahun kerja sukarelawan.Kini AI mempercepat bagian yang paling melelahkan. Dalam beberapa pekan terakhir muncul ratusan emulator dan game hasil dekompilasi berbantuan AI, banyak yang mencantumkan model Claude Opus 5.5 buatan Anthropic.
Di antaranya port berbasis peramban untuk Halo: Combat Evolved, Grand Theft Auto: Vice City, dan Skate 3. Kotaku menilai sebagian port itu berjalan secara mengejutkan baik.
Ranah abu-abu hukum
Mengulik konsol selama ini sulit dan berisiko. Menurut Gizmodo, di Amerika Serikat, menembus proteksi hak cipta konsol bertentangan dengan Digital Millennium Copyright Act (DMCA). Pustakawan Kongres memberi pengecualian setiap tiga tahun untuk perangkat seperti ponsel pintar dan televisi pintar, tetapi konsol tidak termasuk.
Mencari celah juga menuntut pemahaman mendalam atas firmware, sehingga pekerjaan ini lama didominasi peretas berkemampuan tinggi. Polanya berulang: peretas menemukan celah, jailbreak dirilis, Sony menambal, lalu semuanya kembali dari awal.
Putaran itu kini makin cepat. Jika dua pekan cukup untuk menaikkan satu aplikasi dari versi 1.00 ke 2.00, jendela waktu Sony untuk menambal celah semakin sempit. Tekanan juga datang dari ongkos perangkat keras: seorang pembocor menyebut biaya produksi PlayStation 6 mencapai USD960 (sekitar Rp17,18 juta) per unit, klaim yang belum dikonfirmasi Sony.







