Wajahnya Tidak Pernah Ada, Uangnya Nyata: Di Balik Bisnis Influencer AI
Wajah di layar itu tidak pernah ada. Namun, pengikut, tayangan, dan uang yang mengalir ke akunnya nyata.
Higgsfield, perusahaan rintisan video berbasis kecerdasan buatan (AI), memperbarui alat pembuat influencer AI pekan lalu. Pengguna kini dapat menyisipkan karakter ciptaannya ke dalam video yang sudah ada. Tidak perlu tampil di depan kamera, bahkan tidak perlu merekam apa pun.
Karakter buatan Higgsfield sengaja dibuat janggal. Banyak yang berambut geometris, berleher panjang, atau berproporsi tubuh ekstrem. Tampak realistis, tetapi jelas bukan manusia.
“Wajah yang sempurna adalah jalan tercepat bagi sebuah karakter untuk terbaca sebagai AI generik,” kata juru bicara Higgsfield kepada Semafor.
Pilihan desain ini menjadi pembeda dari deepfake. Penonton tahu sejak awal bahwa yang mereka tonton adalah karakter buatan, bukan orang sungguhan yang dipalsukan.Sejumlah karakter itu telah meraup jutaan tayangan dan ribuan pengikut. Sebagian dipakai untuk mempromosikan memecoin. Para promotor menyamakan peluang ini dengan e-dagang pada 2016.
Salah satu unggahan di X mengklaim karakter AI meraih lebih dari 100 juta tayangan hanya dalam beberapa hari dan bisa dibuat dalam lima menit.
Mesin Uang
Angka bisnis Higgsfield menjelaskan mengapa pasar ini dilirik. Bloomberg melaporkan, laju pendapatan tahunan (run rate) Higgsfield telah melampaui USD1 miliar atau Rp17,9 triliun. Sekitar 60 persen berasal dari langganan, 40 persen dari pembayaran per pemakaian.
Pada Agustus, perusahaan menghimpun USD400 juta (Rp7,16 triliun) dalam pendanaan Seri B dengan valuasi USD5,4 miliar (Rp96,66 triliun).Putaran ini dipimpin DST Global bersama Goldman Sachs Growth Equity dan Intel Capital. Kala itu pendapatan tahunannya USD700 juta (Rp12,53 triliun).
Pada Januari, valuasinya baru di atas USD1,3 miliar (Rp23,27 triliun) setelah suntikan USD80 juta (Rp1,43 triliun) yang membuat total Seri A mencapai USD130 juta (Rp2,33 triliun).
Higgsfield didirikan pada 2023 oleh Alex Mashrabov, mantan kepala AI generatif Snap, dan Yerzat Dulat.
Dibuka untuk publik pada Maret 2025, platform ini kini memiliki lebih dari 32 juta pengguna di 238 negara, hampir 1 juta pelanggan berbayar, dan 390 klien dari daftar Fortune 500. Konten yang dihasilkan melampaui 20 juta per bulan.
Biaya produksi yang rendah menjadi daya tarik utama. Langganan mulai USD15 (Rp268.500) per bulan.Lewat API yang dibuka 17 September, tarif video per detik mulai Rp895 (Wan 3.0), Rp1.504 (Kling 3.0), Rp2.327 (MiniMax H3), Rp2.519 (Seedance 2.0), hingga Rp3.682 (Seedance 2.5).
Uji coba media Incrypted menunjukkan klip testimoni 15 detik menelan 75 kredit dengan waktu render sekitar 10 menit.
Menurut Mashrabov, perusahaan yang sudah merasakan imbal hasil dari iklan AI cenderung memproduksi lebih banyak lagi.
Soal hak menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Higgsfield menyerahkan tanggung jawab atas wajah, logo, dan produk yang dipakai kepada pengguna. Di sisi lain, ada kreator manusia yang karyanya dijadikan bahan tiruan.







