Siapa BDx? Profil Raksasa Data Center Singapura yang Proyek AI-nya di Jatiluhur Disetop Dedi Mulyadi

Siapa BDx? Profil Raksasa Data Center Singapura yang Proyek AI-nya di Jatiluhur Disetop Dedi Mulyadi

Teknologi | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 10:06
share

Pusat data kecerdasan buatan (AI) berkapasitas 640 megawatt (MW) di Jatiluhur, Purwakarta, sudah dibangun sebelum dokumen lingkungannya selesai. Enam hari setelah peletakan batu pertama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikannya.

Proyek bernama AI Campus 2 atau CGK4 itu milik BDx Data Centers, operator pusat data asal Singapura. Nilainya disebut Rp3,5 triliun. Penghentian sementara berlaku sejak inspeksi mendadak Dedi pada Senin (28/9) karena analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum terbit.

”PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata Dedi, Rabu (30/9/2026), dalam keterangan resmi Humas Pemprov Jabar.

Persoalannya tidak berhenti di izin. Pada kapasitas penuh, pusat data ini membutuhkan air 384 liter per detik dari sistem Waduk Jatiluhur, waduk yang mengairi sekitar 242.000 hektar sawah dan menjadi sumber sekitar 82 persen air baku Jakarta. Kebutuhan listriknya lebih dari tiga kali kapasitas PLTA Jatiluhur.

Siapa BDx Data Centers?

BDx, kependekan dari Big Data Exchange, adalah penyedia pusat data berkantor pusat di Singapura yang berdiri pada 2019. Perusahaan ini dibentuk untuk menyatukan sejumlah aset pusat data milik investor di Hong Kong dan satu proyek baru di Nanjing, China, di bawah satu manajemen.• Pemilik: I Squared Capital, perusahaan ekuitas swasta infrastruktur asal Amerika Serikat yang didirikan pada 2012. BDx menyebut I Squared mengelola aset lebih dari USD60 miliar (sekitar Rp1.074 triliun).• CEO: Mayank Srivastava, menjabat sejak April 2023. Ia ikut mendirikan BDx pada 2019, memimpin strategi dan merger-akuisisi, lalu menjadi Chief Development Officer. Sebelumnya ia berkarier di Tata Group, Reliance Communications, dan Global Cloud Xchange.• CEO pertama: Braham Singh, yang memimpin masuknya BDx ke Indonesia pada 2022.• Model bisnis: penyedia netral operator (carrier-neutral) untuk kolokasi, pusat data sesuai pesanan (build-to-suit), layanan terkelola, dan cloud hibrida bagi hyperscaler serta korporasi.• Skala: 18 pusat data beroperasi dan terkontrak serta 50 situs edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan, ditambah dua lahan siap daya dengan kapasitas jaringan lebih dari 1,2 GVA (klaim perusahaan, Juni 2026).

BDx Indonesia, patungan dengan Indosat dan Lintasarta

BDx masuk ke Indonesia pada Mei 2022 lewat perusahaan patungan senilai USD300 juta (sekitar Rp5,37 triliun) bersama PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) dan PT Aplikanusa Lintasarta. Perusahaan patungan itu, BDx Indonesia, kini dipimpin CEO Agus Hartono Wijaya. Ekspansinya cepat:

• 2024: BDx Indonesia mengambil alih portofolio pusat data dan situs edge Indosat di Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang, termasuk sepuluh situs yang tersambung ke enam kabel laut domestik dan lima kabel laut internasional.• 1 April 2026: menutup pinjaman USD320 juta (sekitar Rp5,73 triliun) dari Bank Permata, BCA, dan KB Bank untuk pengembangan CGK3, refinancing utang, serta penambahan kapasitas jaringan tegangan tinggi di CGK4 dan CGK5.• 3 Juni 2026: mengumumkan total daya terkontrak 1,2 GW dengan PLN, yang diklaim sebagai komitmen daya terbesar bagi satu operator pusat data di Indonesia.

Daftar Data Center BDx di Indonesia dan Asia

Indonesia• CGK1, Jakarta Pusat: kolokasi dan interkoneksi siap-AI.• CGK2, Tangerang Selatan (Technopark BSD): kolokasi siap-AI.• CGK3 dan CGK3A (AI Campus 1), Jakarta Selatan: CGK3 berkapasitas 2 MW dengan ruang server 1.200 meter persegi. CGK3A dibangun sejak 2023 di kawasan TB Simatupang seluas 14.127 meter persegi, berkapasitas 15 MW, dengan investasi USD150 juta (sekitar Rp2,69 triliun). BDx menyebutnya lokasi GPU NVIDIA GB200 berpendingin cair pertama di Indonesia. Daya terpasangnya kini sekitar 60 MVA.• CGK4 (AI Campus 2), Jatiluhur, Purwakarta: fase 1 rampung Juli 2024 dalam 75 hari, mendukung hingga 120 kW per rak, bersertifikat NVIDIA DGX-Ready, dan sudah melayani GPU kelas H100. Rencana pengembangan kini 640 MW dengan daya terkontrak dari PLN 788 MVA (rilis BDx, Juni 2026) atau 845 MVA (keterangan saat peletakan batu pertama).• CGK5 (AI Campus 3), Suryacipta, Karawang: lahan sekitar 4,86 hektar. Rencana awal 100 MW pada 2022, kini disebut 300 MW dengan daya hingga 385 MVA.• Situs eks-Indosat dan edge: antara lain di Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bali, Pontianak, serta sejumlah titik di Jawa Barat dan Jawa Timur. Pada pertengahan 2024, BDx mencatat empat kampus inti dan sepuluh situs edge beroperasi, serta tujuh situs lain dalam pengembangan.

Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan China

• SIN1, Paya Lebar, Singapura: gedung delapan lantai seluas sekitar 14.400 meter persegi bekas milik Telstra yang dibeli pada 2020. Hak milik penuh lahannya dibeli pada 2024 dengan pinjaman US$155 juta (sekitar Rp2,77 triliun) dari DBS dan OCBC. Kini menjadi pusat interkoneksi sekaligus lokasi uji coba kuantum-AI.• HKG1 (Wong Chuk Hang) dan HKG2 (Kwai Chung), Hong Kong: kolokasi.• HKG8, Hong Kong: pusat data hyperscale khusus. HKG9 sedang disiapkan.• TPE1, Taipei, Taiwan: pusat data hyperscale khusus. TPE2 sedang disiapkan.• NKG1 (Nanjing) dan CAN1 (Guangzhou), China daratan: tercantum di daftar lokasi BDx versi lama, tetapi tidak lagi muncul di laman lokasi terbaru.• Pasar baru: Thailand dan India masuk daftar pengembangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Siapa pemilik BDx Data Centers?

1. BDx Data Centers dimiliki I Squared Capital, perusahaan ekuitas swasta infrastruktur asal Amerika Serikat. Di Indonesia, BDx beroperasi lewat BDx Indonesia, perusahaan patungan dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan Lintasarta.2. Mengapa Dedi Mulyadi menghentikan proyek data center di Jatiluhur?

Karena proyek sudah dibangun sebelum AMDAL dan PBG terbit. Dedi menyebut konsultan BDx belum memasukkan data perizinan ke Pemkab Purwakarta.

3. Apakah proyek BDx di Jatiluhur dibatalkan?

Tidak. Proyek dihentikan sementara dan baru boleh dilanjutkan setelah AMDAL dan PBG diterbitkan Pemkab Purwakarta.

4. Berapa kebutuhan air data center BDx di Jatiluhur?Sekitar 6.000 meter kubik per hari pada tahap awal dan hingga 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari saat beroperasi penuh.

5. Berapa banyak data center yang dimiliki BDx?

BDx mengklaim 18 pusat data beroperasi dan terkontrak serta 50 situs edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan. Di Indonesia, kampus utamanya adalah CGK1, CGK2, CGK3/3A, CGK4, dan CGK5.

6. Berapa nilai investasi proyek CGK4 Jatiluhur?

Pemprov Jabar menyebut sekitar Rp3,5 triliun. Bupati Purwakarta menyatakan angka itu baru diterima secara lisan, dan patokan biaya industri menunjukkan angka tersebut hanya cukup untuk tahap awal.

Topik Menarik