Kronologi Penghentian Proyek Pusat Data Jatiluhur yang Butuh Air Sebanyak Satu Kabupaten

Kronologi Penghentian Proyek Pusat Data Jatiluhur yang Butuh Air Sebanyak Satu Kabupaten

Teknologi | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 10:20
share

Pembangunan pusat data BDx di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, berjalan sebelum dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dibahas. Padahal, kebutuhan airnya pada kapasitas penuh hampir menyamai seluruh air yang kini disalurkan PDAM Purwakarta.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan kampus CGK4 BDx saat inspeksi mendadak, Senin (28/9/2026). Enam hari sebelumnya, BDx menggelar peletakan batu pertama AI Campus 2 senilai Rp 3,5 triliun.

Dedi mengaku, sudah menanyakan amdal dan persetujuan bangunan gedung (PBG) saat datang ke lokasi pada 28 Juli. Dua bulan berselang, data tak kunjung masuk, tetapi pekerjaan fisik terus berjalan.

”Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data,” kata Dedi di Bandung, Jumat (2/10). Ia menegaskan, BDx tidak terbukti melanggar aturan lingkungan. ”Dihentikan karena belum keluar prosesnya,” ujarnya.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyatakan, pemkab masih menunggu konsultan amdal dari BDx.Air dan listrik

Data Pemprov Jabar menyebut, kebutuhan air pusat data ini 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari saat beroperasi penuh. Air dibeli melalui PDAM Purwakarta yang memiliki jatah 3.000 liter per detik dari Jatiluhur, tetapi baru terpakai sekitar 380 liter per detik.

Kuota memang cukup. Namun, satu pusat data akan menyerap air setara semua pelanggan PDAM satu kabupaten. Jatiluhur juga mengairi sekitar 242.000 hektar sawah dan memasok sekitar 82 persen air baku Jakarta.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menghitung, fasilitas 640 megawatt (MW) yang beroperasi penuh menyerap sekitar 5,6 terawatt-jam listrik per tahun. Kapasitas itu sekitar 3,5 kali PLTA Jatiluhur yang 180 MW.

Daya 845 MVA untuk CGK4 setara 41 persen daya tersambung 159 pusat data di Indonesia.Nilai investasi

Bupati mengaku angka Rp3,5 triliun baru berupa keterangan lisan. Merujuk panduan Cushman & Wakefield, biaya membangun pusat data di Asia Pasifik paling murah USD7,9 juta (Rp 141 miliar) per MW.

Dengan patokan itu, Rp3,5 triliun hanya cukup untuk sekitar 25 MW, sedangkan gedung pertama dirancang 120 MW.

BDx menyatakan berkomitmen mematuhi seluruh regulasi. Dedi tidak keberatan proyek dilanjutkan jika amdal lulus secara objektif. Syaratnya, warga Purwakarta tetap mendapat akses air.

Kronologi Penghentian Proyek CGK4 Jatiluhur

1. Juli 2024: BDx meresmikan fase 1 CGK4 yang dibangun dalam 75 hari. Kampus ini disebut dapat diskalakan hingga 500 MW.2. 3 Juni 2026: PLN dan BDx meneken kontrak daya 788 MVA untuk CGK4.3. 28 Juli 2026: Dedi Mulyadi datang ke lokasi dan menanyakan AMDAL serta PBG. Dalam kunjungan itu ia sudah meminta pekerjaan dihentikan sampai izin keluar.4. 22 September 2026: peletakan batu pertama AI Campus 2 senilai Rp3,5 triliun. Gedung pertama lima lantai dirancang berkapasitas TI 120 MW, memakai pendingin cair langsung ke cip, mendukung hingga 500 kW per rak, dan ditargetkan beroperasi awal 2027.5. 28 September 2026: Dedi melakukan inspeksi mendadak. Pembangunan dihentikan sementara.6. 30 September 2026: Bupati Purwakarta menyatakan pemkab masih menunggu konsultan AMDAL dari BDx.7. 1 Oktober 2026: Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak kajian lingkungan menyeluruh yang dibuka ke publik.8. 2 Oktober 2026: Dedi menyebut kelalaian konsultan sebagai penyebab dan melibatkan akademisi Universitas Indonesia untuk kajian independen.

Topik Menarik