Spesies Serigala Raksasa Penunggu Amerika Utara Terungkap

Spesies Serigala Raksasa Penunggu Amerika Utara Terungkap

Teknologi | sindonews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 07:21
share

Serigala raksasa, yang dulunya mendominasi padang rumput Amerika Utara selama Zaman Es, adalah predator yang lebih tidak biasa daripada yang mungkin kita bayangkan.

Serigala raksasa (Aenocyon dirus), atau serigala purba, pernah hidup di wilayah yang luas di Amerika Utara dan sebagian Amerika Selatan. Mereka muncul ratusan ribu tahun yang lalu dan menghilang sekitar 13.000 tahun yang lalu, pada akhir Zaman Es.

Dengan tubuh mereka yang kekar, tengkorak yang besar, dan rahang yang kuat, mereka dapat berburu hewan-hewan besar pada masanya, seperti kuda purba, bison, dan unta.

Nama "serigala raksasa" membuat banyak orang percaya bahwa itu hanyalah versi yang lebih besar dari serigala abu-abu. Tetapi DNA purba telah mengungkapkan cerita yang berbeda.

Studi yang diterbitkan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa serigala raksasa termasuk dalam cabang evolusi yang berbeda dalam keluarga Canidae, sangat berbeda dari serigala abu-abu, coyote, dan anjing domestik.

Kedua garis keturunan ini berevolusi secara independen selama jutaan tahun meskipun penampilan mereka relatif mirip. Oleh karena itu, para peneliti menggunakan nama genus Aenocyon sebagai pengganti klasifikasi lama.Kesamaan mereka merupakan contoh menarik dari evolusi konvergen: dua garis keturunan hewan yang tidak terkait masih dapat mengembangkan sifat-sifat serupa ketika beradaptasi dengan gaya hidup yang sama.

Penampilan serigala raksasa yang "mirip serigala" bukan karena ia merupakan nenek moyang langsung dari serigala abu-abu, tetapi karena keduanya pernah memiliki peran ekologis yang serupa.

Serigala raksasa juga telah menjadi ikon budaya modern berkat serial televisi Game of Thrones, di mana serigala raksasa ini digambarkan sebagai sahabat keluarga Stark. Namun, kisah nyatanya bahkan lebih mengejutkan.

Pada tahun 2025, perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences mengumumkan bahwa mereka telah menciptakan tiga hewan dengan karakteristik serigala raksasa dengan mengedit gen serigala abu-abu berdasarkan DNA yang diperoleh dari fosil. Dua jantan diberi nama Romulus dan Remus, dan betinanya Khaleesi.

Namun, menyebut mereka sebagai "serigala raksasa yang bangkit kembali" masih kontroversial. Para ahli yang dikutip oleh Reuters, Smithsonian, dan National Geographic mencatat bahwa ini bukanlah salinan lengkap dari Aenocyon dirus, melainkan serigala abu-abu yang beberapa gennya telah diedit untuk menunjukkan karakteristik seperti serigala raksasa.

Hal ini menjadikan kisah serigala raksasa sebagai cerita yang sangat menarik: spesies yang menghilang di akhir Zaman Es kini tidak hanya dipelajari melalui tulang-tulang purba dan DNA, tetapi juga menjadi pusat pertanyaan yang lebih besar: dapatkah manusia benar-benar menghidupkan kembali spesies yang telah punah, atau dapatkah mereka hanya menciptakan makhluk baru yang menyerupainya

Topik Menarik