DeepSeek Sebut Anthropic Jadi Raja AI seperti Hitler Pegang Bom Atom
Insinyur Liu Shengyu menyamakan mengizinkan Anthropic untuk mengendalikan AI atau AGI tercanggih dengan Hitler memperoleh teknologi bom atom.
Menurut surat kabarMing Paopada tanggal 16 September, insinyur Liu Shengyu, anggota tim pengembangan inti yang bertanggung jawab atas operator di DeepSeek V4.1, memposting sebuah artikel di akun WeChat pribadinya yang memicu perdebatan di komunitas teknologi domestik daninternasional.
Bapak Liu memperingatkan tentang kemungkinan bahwa AI dapat segera melampaui kemampuan para pengembangnya, perubahan peran para insinyur, dan risiko teknologi canggih dikendalikan oleh segelintir perusahaan.Dia menyatakan bahwa hanya dalam satu tahun terakhir, AI telah berkembang pesat dari alat bantu untuk riset dokumentasi dan deteksi kesalahan menjadi sistem yang mampu membaca kode dan mengoptimalkan operator.
Pergeseran ini membuatnya khawatir bahwa AI akan mendorong masyarakat ke dua arah: AI dapat secara dramatis meningkatkan produktivitas dan membawa manfaat yang luas, atau skenario yang mirip dengan yang ada dalam game Cyberpunk 2077 akan muncul.
Ketika beberapa perusahaan teknologi mengendalikan sebagian besar sumber daya, mereka akan terus mendapatkan keuntungan, sementara peluang bagi perusahaan lain untuk mengejar ketertinggalan akan semakin terbatas.Liu Shengyu percaya bahwa kemampuan AI tercanggih harus tersedia secara luas untuk semua orang dengan biaya yang wajar – arah yang serupa dengan visi DeepSeek.
"Saya tidak percaya Anthropic atau OpenAI akan mampu melakukan itu. Terutama jika Anthropic memiliki teknologi AI atau kecerdasan buatan (AGI) yang paling canggih."
Terus terang saja, ini sama seriusnya dengan Hitler yang menguasai teknologi bom atom sebelum Sekutu," tulis Liu Shengyu.
Setelah artikel tersebut memicu banyak perdebatan, Bapak Liu menjelaskan bahwa artikel tersebut hanyalah untuk mengucapkan selamat tinggal pada era ketika para insinyur secara manual menulis dan mengoptimalkan setiap operator, sebelum pekerjaan ini secara bertahap diserahkan kepada AI, dan bukan untuk mengagungkan DeepSeek atau menyerang Anthropic.
Artikel Liu Sheng Yu muncul pada saat industri teknologi semakin memperdebatkan arah dan kecepatan pengembangan AI.Minggu lalu, Jacob Coxon, mantan peneliti kunci di Anthropic dan OpenAI, mengumumkan kepergiannya dari Anthropic karena kekhawatiran tentang keamanan.
Coxon berpendapat bahwa perusahaan mengambil risiko terlalu besar dengan terburu-buru memasuki perlombaan untuk menciptakan kecerdasan super yang dapat meningkatkan diri sendiri.
Peringatan ini memicu diskusi di antara para pemimpin industri seperti Sam Altman, Dario Amodei, dan Elon Musk.
Terobosan pesat dari kelompok riset Tiongkok dengan model-model seperti Kimi K3 dari Moonshot AI dan DeepSeek terus menarik perhatian pada kecepatan perkembangan laboratorium riset AI Tiongkok.


