LineShine Buatan China Dinobatkan Sebagai Superkomputer Tercepat di Dunia

LineShine Buatan China Dinobatkan Sebagai Superkomputer Tercepat di Dunia

Teknologi | okezone | Kamis, 25 Juni 2026 - 16:05
share

HAMBURG - Superkomputer LineShine buatan China dinobatkan sebagai superkomputer tercepat di dunia pada Konferensi Superkomputer Internasional di Hamburg, Jerman, melampaui El Capitan buatan Amerika Serikat (AS). Ini menandai pertama kalinya sejak 2017 sebuah mesin buatan China menduduki peringkat teratas TOP500 superkomputer paling kuat di dunia.

Superkomputer digunakan untuk tugas-tugas ilmiah kompleks, mulai dari pemodelan iklim dan simulasi otak manusia hingga kriptografi dan penelitian tingkat lanjut.

Menurut peringkat yang dirilis pada Selasa (23/6/2026), LineShine, yang dikembangkan oleh Pusat Superkomputer Nasional di Shenzhen, dapat melakukan hampir 2,2 kuintiliun perhitungan per detik. Kinerjanya lebih baik dari El Capitan milik Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, unggul lebih dari 20 dalam tolok ukur utama. Sistem Amerika tersebut telah menduduki peringkat teratas dalam peringkat TOP500 yang diterbitkan dua kali setahun sejak November 2024.

LineShine juga menonjol karena sepenuhnya mengandalkan unit pemrosesan pusat (CPU) standar, bukan unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan oleh sebagian besar superkomputer terkemuka.

“Ini adalah pertama kalinya komputer yang hanya menggunakan CPU mencapai exascale,” kata salah satu pendiri TOP500 dan pemenang Penghargaan Turing, Jack Dongarra, kepada South China Morning Post, merujuk pada pencapaian setidaknya 1 kuintiliun perhitungan per detik.

GPU, yang dihargai karena kemampuannya menangani sejumlah besar perhitungan simultan, sangat penting untuk sistem AI canggih dan telah menjadi titik fokus dalam persaingan teknologi antara AS dan China. Untuk memperlambat kemajuan China, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan pembatasan ekspor chip canggih.

“China dapat beradaptasi untuk mengembangkan versi teknologinya sendiri yang sebaik—atau bahkan mungkin lebih baik daripada—teknologi yang ada, terlepas dari kontrol ekspor AS,” kata Dongarra.

Topik Menarik