4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
Piala Dunia 2026 akan menampilkan berbagai teknologi mutakhir: bola yang dilengkapi chip, avatar 3D bertenaga AI, anjing robot pengaman di Meksiko, dan teknologi deteksi offside semi-otomatis yang canggih.
Piala Dunia 2026 akan unik dalam banyak hal. Mulai dari jumlah tim peserta terbanyak dalam sejarah hingga diselenggarakan di tiga negara, turnamen selama 39 hari ini diharapkan menjadi versi sepak bola dunia yang paling spektakuler.Untuk meningkatkan pengalaman menonton bagi para penonton dan memberikan dukungan maksimal bagi para pemain, Piala Dunia ini akan mengintegrasikan teknologi secara mendalam ke dalamolahragaini.
Berikut beberapa fitur baru untuk Piala Dunia 2026:
1. Bola yang dilengkapi sensor
'Trionda' – bahasa Spanyol untuk 'tiga gelombang' – adalah bola resmi Piala Dunia 2026, yang akan diadakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Apa yang membuat bola Adidas ini begitu istimewa? Sensor unit pengukuran inersia (IMU) kecil terintegrasi di dalamnya, memberikan data terperinci tentang setiap elemen yang bergerak. Sensor ini merekam data 500 kali per detik, melacak percepatan dan gerakan detail bola dalam ruang 3D."Teknologi ini mengirimkan data akurat ke sistem asisten wasitvideo(VAR) secara real-time, membantu wasit dalam mengambil keputusan, termasuk situasi offside,"kata FIFA dalam sebuah pernyataan. Kepala Penelitian & Standar FIFA, Nicolas Evans, menjelaskan bahwa sensor tersebut menunjukkan "apa yang dilakukan bola dalam ruang 3D."
2. Avatar pemain 3D dengan AI terintegrasi.
Teknologi tidak hanya berhenti pada bola. Para pemain juga merupakan bagian dari sistem ini. Melalui perjanjian kemitraan antara FIFA dan Lenovo, serangkaian inisiatif teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) diumumkan awal tahun ini. Salah satu yang menonjol adalah avatar pemain 3D yang terintegrasi dengan AI.
Para pemain Piala Dunia akan dipindai secara digital untuk membuat model 3D yang akurat. Setiap pemindaian membutuhkan waktu sekitar satu detik dan merekam"dimensi bagian tubuh dengan akurasi tinggi, memungkinkan sistem untuk melacak pemain secara konsisten bahkan ketika mereka bergerak cepat atau terhalang."
Siaran pers FIFA bulan Januari menekankan:"Avatar 3D bertenaga AI merupakan langkah maju yang signifikan dalam teknologi offside semi-otomatis. Model 3D ini akan diintegrasikan ke dalam siaran langsung pertandingan di rumah, membuat keputusan offside dari VAR lebih realistis dan menarik."Kamera yang dikenakan di tubuh, yang sebelumnya telah diuji di berbagai turnamen, juga akan digunakan di semua 104 pertandingan, memberikan pandangan realistis dari lapangan.
3. Anjing Robot Untuk memerangi kejahatan, polisi Meksiko akan menggunakan anjing pelacak, tetapi dalam versi robot. Robot berkaki empat ini dirancang untuk menavigasi area berbahaya dan mengirimkan tayangan video langsung ke penegak hukum.
Wali Kota Hector Garcia mengatakan robot berbentuk hewan – yang dibeli oleh dewan kota Guadalupe seharga 2,5 juta peso ($145.000) – akan dikerahkan "ketika terjadi perkelahian." Tujuan dari robot anjing ini adalah "untuk membantu polisi dalam intervensi awal untuk melindungi nyawa petugas."
Menguraikan makna bola Piala Dunia 2026 TRIONDA: IoT dan chip semikonduktor mengubah permainan.
4. Teknologi offside semi-otomatis yang ditingkatkan
Masalah hakim garis yang terlambat mengangkat bendera offside mungkin akan segera berakhir. FIFA telah memperkenalkan teknologi offside semi-otomatis canggih, yang memungkinkan wasit untuk mengambil keputusan lebih cepat..Sistem ini dirancang untuk mendeteksi offside hampir secara real-time. Sebelumnya, sistem hanya memberikan peringatan jika pemain berada lebih dari 50 cm di luar garis offside, tetapi dalam versi yang lebih baik, sistem dapat memberi sinyal ketika jaraknya hanya 10 cm. Wasit akan menerima peringatan audio langsung melalui headset mereka, alih-alih menunggu VAR untuk mengumumkannya.
Namun, teknologi ini hanya digunakan untuk kesalahan posisi, bukan untuk keputusan subjektif, dan tidak dapat mendeteksi situasi offside yang sangat dekat. Teknologi ini juga kesulitan jika pemain berbaring di tanah atau berdiri terlalu dekat satu sama lain. Meskipun demikian, FIFA percaya bahwa teknologi baru ini akan mengurangi frustrasi penonton dan membatasi cedera akibat pelanggaran yang tidak perlu





