Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Habis: begitu nasib Poco F8 Ultra di penjualan pertama. Kini barangnya datang lagi. Siap dijual lagi —di seluruh kanal resmi Poco Indonesia.
Ponsel ini diluncurkan di Indonesia awal Februari lalu. Bahkan debut globalnya pun dari Bali —November sebelumnya. Pertama kalinya Poco memilih Indonesia sebagai panggung peluncuran dunia. Lalu kenapa cepat habis?
Jawabannya ada di dapur pacunya: Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip teratas Qualcomm saat ini. Masih ditambah chip grafis khusus: VisionBoost D8. Skor AnTuTu-nya tembus di atas 3,9 juta. Angka itu kasta tertinggi di dunia Android.
"Antusiasme luar biasa pada periode penjualan sebelumnya menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap performa flagship Poco F8 Ultra," ujar Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia. "Kini saatnya merasakan langsung pengalaman Ultra Power Ascended." Sasaran utamanya jelas: gamer. Mereka yang dulu harus duduk manis di depan TV atau monitor untuk main game grafis berat, kini bisa membawanya ke mana-mana.
Penyakit klasik ponsel gaming ada dua: frame drop dan panas. Dua-duanya coba dibereskan.Untuk frame drop ada WildBoost Optimization. Seramai apa pun efek skill di layar saat war, frame rate diklaim tetap stabil di titik tertinggi.
Untuk panas ada LiquidCool Technology: sistem 3D dual-channel, dual-layer IceLoop. Ruang uapnya besar: 6.700 mm². Panas dari inti mesin dibuang aktif. Push rank maraton, suhu tetap adem. Tidak ada thermal throttling —performa drop karena kepanasan. Layarnya 6,9 inci. Poco HyperRGB AMOLED dengan panel kelas M10. Resolusi 2.608 x 1.200 piksel, refresh rate 120 Hz. Kecerahan puncaknya 3.500 nits —masih terang dibaca di bawah matahari sekalipun.
Yang unik: audionya. Sound by Bose. Poco bahkan menyematkan unit subwoofer di bagian modul kamera belakang —untuk respons bass ekstra Baterainya raksasa: 6500mAh. Pengisiannya 100W HyperCharge. Kombinasi yang menghilangkan satu penyakit zaman ini: low battery anxiety.Kameranya tiga, semua 50MP. Sensor utamanya Light Fusion 950 —sensor kelas flagship. Plus kamera telephoto. Sistem operasinya Xiaomi HyperOS 3, sudah ditanami Xiaomi HyperAI dan Google Gemini.
Lalu harganya?
Rp11.999.000 untuk varian RAM 16GB dan memori 512GB —satu-satunya varian di Indonesia. Bandingkan dengan harga globalnya: varian 12GB/256GB dijual USD729—sekitar Rp13,1 juta (kurs Rp18.000). Berarti versi Indonesia: RAM lebih besar, memori dua kali lipat, harga lebih murah Rp1,1 juta. Itulah strategi Poco: perang harga di kelas flagship. Di kelas yang sama, ponsel merek sebelah bisa Rp20 juta ke atas. Poco masuk dari bawah: spesifikasi setara, harga separuh.
Pasarnya memang ada. Indonesia adalah salah satu pasar mobile gaming terbesar di dunia. Penjualan perdana yang langsung ludes itu buktinya. Warnanya dua: Denim Blue dan Black.



