NASA Akan Kirim 4 Astronot dalam Misi Artemis III, Dijadwalkan Terbang pada 2027

NASA Akan Kirim 4 Astronot dalam Misi Artemis III, Dijadwalkan Terbang pada 2027

Teknologi | okezone | Rabu, 10 Juni 2026 - 20:54
share

WASHINGTON – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan awak untuk penerbangan luar angkasa Artemis III yang akan datang. Misi yang dijadwalkan meluncur pada 2027 ini akan menjadi misi persiapan seiring rencana Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke Bulan.

Pada Selasa (9/6/2026), NASA mengumumkan bahwa astronot Andre Douglas, Frank Rubio, Luca Parmitano, dan Randy Bresnik akan memimpin penerbangan tersebut. Sementara itu, posisi cadangan diisi oleh pilot uji veteran Bob Heintz yang mampu menggantikan peran apa pun.

Misi mereka selama dua minggu akan berfokus pada pengumpulan penelitian dan latihan prosedur penyambungan (docking) di luar angkasa sebagai persiapan untuk pendaratan di Bulan di masa depan.

Meskipun tidak ada wanita yang ditunjuk untuk penerbangan Artemis III, kru yang baru diumumkan ini mewakili berbagai pengalaman dan latar belakang.

Andre Douglas menjadi astronot yang akan melakukan penerbangan luar angkasa pertamanya. Pria berusia 40 tahun ini merupakan anggota kru cadangan untuk penerbangan luar angkasa utama NASA terakhir, Artemis II, yang melakukan putaran mengelilingi Bulan, dan ia akan bertindak sebagai spesialis misi di Artemis III mendatang.

Frank Rubio, seorang dokter Amerika keturunan El Salvador berusia 50 tahun, juga akan bertugas sebagai spesialis. Rubio adalah mantan pilot helikopter Black Hawk untuk Angkatan Darat AS dan saat ini memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh seorang astronot AS, yaitu 371 hari.

Randy Bresnik, anggota kru tertua yang berusia 58 tahun, akan menjadi komandan misi Artemis III. Mantan pilot uji Angkatan Laut AS dan Marinir ini adalah satu-satunya anggota kru Artemis III yang pernah berpartisipasi dalam misi pesawat ulang-alik pada 2009, dan pada 2017 sempat menjabat sebagai komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Anggota keempat dan terakhir dari misi Artemis III adalah sang pilot, Luca Parmitano, 49 tahun. Pria kelahiran Paterno, Italia ini akan menjadi satu-satunya astronot dalam misi tersebut yang bukan warga negara AS. Parmitano juga pernah bertugas sebagai komandan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2019 dan menjadi orang Italia pertama yang melakukannya.

 

Misi Artemis III akan menjadi kemitraan publik-swasta. Tiga roket akan diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif ini. Satu roket akan membawa empat awak ke orbit mengelilingi Bumi dalam pesawat ruang angkasa Orion. Dua roket lainnya akan membawa modul pendarat Bulan dari Blue Origin dan SpaceX, perusahaan swasta yang masing-masing dimiliki oleh pengusaha teknologi Jeff Bezos dan Elon Musk.

AS saat ini bersaing dengan China untuk kembali mengirimkan manusia ke Bulan.

Awal tahun ini, Badan Antariksa Berawak China mengumumkan niatnya untuk menempatkan manusia di Bulan pada 2030. Bahkan, pada tahun 2024, China menjadi negara pertama yang mengambil sampel tanah dari sisi jauh Bulan menggunakan robotika.

Namun, misi ke Bulan telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi AS, yang memegang predikat sebagai negara pertama yang menyelesaikan misi berawak ke Bulan pada 1969.

April lalu, penerbangan Artemis II menandai kembalinya AS ke perjalanan ke Bulan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1972, kapsul berawak terbang melampaui orbit rendah Bumi dan memecahkan rekor penerbangan berawak terjauh ke luar angkasa.

Misi Artemis III tahun depan akan melanjutkan upaya tersebut. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan keinginannya untuk melihat para astronot mendarat di Bulan sebelum masa jabatan pemimpin Partai Republik tersebut berakhir pada Januari 2029.

Para pejabat NASA juga menggambarkan program Artemis sebagai batu loncatan untuk membangun pangkalan permanen di Bulan.

Topik Menarik