Era ISS Berakhir, China Siap Kuasai Langit dengan Perluas Tiangong
China telah mengumumkan rencana untuk memperluas Stasiun Luar Angkasa Tiangong dengan menambahkan modul baru di masa mendatang, dalam upaya untuk mengubahnya menjadi laboratorium luar angkasa yang terbuka untuk kerja sama internasional setelah pensiunnya Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Saat ini, Tiangong terdiri dari tiga modul utama dengan total berat sekitar 70 metrik ton.
Menurut otoritas luar angkasa China, langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan Tiangong sebagai platform untuk eksperimen sains luar angkasa, pengamatan Bumi, dan penelitian biologi dan material di lingkungan mikrogravitasi.
China juga mengkonfirmasi bahwa astronot dari Pakistan, serta kandidat dari Hong Kong dan Makau, saat ini sedang menjalani seleksi dan pelatihan, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas partisipasi internasional dalam program luar angkasa negara tersebut.Pendekatan ini dipandang sejalan dengan strategi China untuk memposisikan Tiangong sebagai alternatif utama bagi ISS, yang diperkirakan akan mengakhiri operasinya dan dikeluarkan dari orbit sekitar awal tahun 2030-an.
Selain China, negara-negara seperti Rusia dan beberapa perusahaan swasta dari Amerika Serikat juga dilaporkan berencana untuk membangun stasiun luar angkasa mereka sendiri di orbit Bumi rendah.
Namun, dengan infrastruktur yang sudah beroperasi dan rencana perluasan yang berkelanjutan, China kini berada dalam posisi strategis untuk membentuk arah penelitian luar angkasa global dalam beberapa dekade mendatang










