Ironi KoinWorks: Janji Bantu UMKM, Direksi Malah Terseret Korupsi Rp600 Miliar
Kasus KoinWorks menjadi ironi besar di industri finansial. Sebab, perusahaan tersebut selama ini dicitrakan sebagai pelopor pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang justru diduga merugikan keuangan negara melalui perbankan BUMN.
Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi menahan tiga petinggi PT Lunaria Annua Teknologi (LAT), pemilik platform fintech KoinWorks, atas dugaan korupsi penyaluran kredit senilai Rp600 miliar.
Kronologi Kasus dan Modus Manipulasi
Pada Rabu, 6 Mei 2026, penyidik menetapkan tiga tersangka utama: BAA (Direktur Operasional), BH (Direktur Utama 2015-2022 dan Komisaris), serta JB (Direktur Utama 2024). Berdasarkan keterangan Kasi Penkum Kejati DKI, Dapot Dariarma, para tersangka diduga mengajukan pinjaman dana ke salah satu bank BUMN (BRI) menggunakan analisis yang tidak layak.Modus yang digunakan adalah memanipulasi dokumen agunan berupa invoice atau tagihan penjualan kepada pelanggan. Selain itu, para tersangka sengaja tidak melakukan penutupan asuransi terhadap kredit tersebut. Akibatnya, dana sekitar Rp600 miliar berhasil dicairkan secara melawan hukum kepada sejumlah nasabah yang profilnya diduga telah dimanipulasi.
"Saat ini penyidik terus melaksanakan pengembangan penyidikan guna pemulihan kerugian keuangan negara," ujar Dapot Dariarma kepada awak media. Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan pihaknya berkomitmen kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance.
Daftar Layanan yang Terimbas Sentimen Negatif
Kasus ini mencederai kepercayaan publik terhadap ekosistem KoinWorks yang menawarkan beragam solusi keuangan digital, di antaranya:• KoinP2P: Platform investasi dengan modal awal mulai Rp 100.000 dan target imbal hasil efektif.• KoinBisnis: Layanan pinjaman modal usaha untuk UMKM dengan limit hingga Rp 2 miliar.• KoinGold: Fitur investasi emas digital yang terintegrasi.• Neobank UMKM: Solusi manajemen kas termasuk fitur kasbon karyawan.Antara Prestasi dan Pengkhianatan Kepercayaan
Kejatuhan jajaran direksi ini sangat kontras dengan sejarah panjang KoinWorks. Sejak berdiri pada 2016 oleh Benedicto Haryono, KoinWorks telah menyalurkan dana sebesar Rp 18,7 triliun (setara USD 1,1 miliar) kepada UMKM dan menutup kesenjangan kredit nasional sebesar 1,2. Platform ini memiliki 2,2 juta pengguna, yang terdiri dari 1,4 juta pemberi pinjaman dan 840 ribu peminjam.Bahkan, pada 2023, KoinWorks sempat meraih penghargaan internasional di Paris sebagai "Best ESG/Sustainability Initiative". Dari sisi pendanaan, perusahaan ini merupakan "anak emas" investor dengan suntikan dana Seri C mencapai Rp 1,836 triliun (USD 108 juta) pada Januari 2022. Sebelumnya, mereka juga menerima dana Rp 280,5 miliar (USD 16,5 juta) pada 2019 dan tambahan Rp 314,5 miliar (USD 18,5 juta) dari Saison Capital.
Namun, dugaan keterlibatan pihak bank dan nasabah dalam manipulasi ini mencerminkan adanya lubang besar dalam tata kelola fintech yang seharusnya menjadi solusi bagi UMKM.










