Pangkalan NATO di Seluruh Eropa Berada dalam Jangkauan Rudal Iran
Laporan militer terbaru menunjukkan bahwa Iran mungkin telah membuat kemajuan signifikan dalam teknologi rudal, yang mampu mengancam target strategis Barat di Eropa.
Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik jarak jauh dua tahap yang menargetkan pangkalan militer AS-Inggris di pulau Diego GarciaRudal tersebut menempuh jarak sekitar 4.000 km, menjadikannya peluncuran dengan jangkauan terjauh yang pernah tercatat dari Iran. Jarak ini jauh melebihi perkiraan jangkauan 2.500 km yang dianggap sebagai batas kemampuan persenjataan rudal negara tersebut.
Langkah seperti itu dapat secara signifikan mengubah kemampuan pencegahan Teheran, karena pangkalan militer AS dan NATO di banyak bagian Eropa dapat berada dalam jangkauan serangan.
Beberapa pejabat Israel berpendapat bahwa peluncuran tersebut merupakan bukti bahwa Iran secara signifikan memperluas program rudalnya. Menurut argumen ini, negara-negara Eropa juga dapat menjadi sasaran dalam skenario eskalasi.
Selama bertahun-tahun, Iran diyakini sengaja membatasi jangkauan rudalnya hingga di bawah 2.500 km. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan politik dari Eropa terhadap program pengembangan rudalnya.Meskipun demikian, Barat terus menekan Teheran untuk membatasi atau membongkar program misilnya. Iran memandang persenjataan misilnya sebagai pencegah penting terhadap ancaman eksternal.
Banyak ahli percaya bahwa Iran sepenuhnya mampu mengembangkan rudal jarak menengah dengan jangkauan lebih jauh jika diperlukan, mengingat infrastruktur teknologi rudal yang telah dimilikinya selama beberapa dekade.
Beberapa kemampuan rudal Iran diyakini terkait dengan teknologi dari Korea Utara. Kedua negara tersebut diperkirakan telah berkolaborasi di bidang rudal balistik sejak akhir abad ke-20.
Korea Utara telah memiliki rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 4.000 km selama hampir satu dekade. Hal ini membuat pencapaian jangkauan serupa oleh Iran bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan.
Salah satu contoh yang sering dikutip adalah rudal Hwasong-10, yang juga dikenal sebagai Musudan. Varian pertama rudal ini diyakini telah dikirim ke Iran pada pertengahan tahun 2000-an.Selanjutnya, versi yang lebih canggih terus dikembangkan selama dekade berikutnya dengan jangkauan yang lebih jauh. Sistem-sistem ini dapat menjadi dasar bagi program rudal jarak jauh Iran.
Dengan jangkauan sekitar 4.000 km, banyak pangkalan strategis AS di Eropa dapat menjadi target potensial, termasuk lokasi tempat pesawat pembom strategis dikerahkan.
Salah satu contohnya adalah pangkalan RAF Fairford di Inggris, tempat AS secara rutin mengerahkan pesawat pembom B-52H dan B-1B. Baru-baru ini, jumlah pesawat-pesawat ini di pangkalan tersebut telah meningkat secara signifikan.
Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai apakah Iran benar-benar memiliki rudal dengan jangkauan 4.000 km, serta skala penyebarannya dan tingkat kecanggihan sistem tersebut.





