Samsung Menguji Baterai Silikon-Karbon untuk Perangkat Mendatang
Setelah peluncuran seri Galaxy S26 kemarin, pengguna kembali mempertanyakan kurangnya peningkatan kapasitas baterai selama empat tahun berturut-turut meskipun produsen China sekarang menawarkan baterai hingga 10.000 mAh pada perangkat mereka.
Hal ini karena Samsung SDI belum memperkenalkan baterai berbasis silikon-karbon (SiC) yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi.
Menurut laporan Android Headlines, perwakilan Samsung mengkonfirmasi bahwa perusahaan sedang mengevaluasi dan menguji teknologi baterai silikon-karbon sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.
Meskipun tidak ada jadwal yang diberikan, teknologi ini berpotensi digunakan pada model Galaxy S generasi berikutnya.Gizmochina melaporkan bahwa Moon Sung-Hoon, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Tim Litbang Smartphone Samsung, mengatakan perusahaan sedang mempersiapkan perangkat dengan baterai silikon-karbon yang dapat menawarkan kapasitas lebih tinggi dalam ruang fisik yang sama.
Ia menekankan bahwa keamanan dan daya tahan tetap menjadi prioritas utama setelah insiden Galaxy Note 7.
Penggunaan baterai silikon-karbon semakin meluas di kalangan produsen Tiongkok karena memungkinkan penyimpanan ion litium yang lebih banyak daripada anoda grafit konvensional.
Namun, Samsung dengan cermat menilai tantangan teknis seperti pengembangan material, daya tahan siklus, dan manajemen termal sebelum dapat digunakan secara luas pada perangkat komersial.





