Aksi Rakyat Bela Indonesia: Jimly Singgung Kelompok Pengkhianat, Said Didu Soroti Oligarki

Aksi Rakyat Bela Indonesia: Jimly Singgung Kelompok Pengkhianat, Said Didu Soroti Oligarki

Nasional | sindonews | Minggu, 8 November 2026 - 10:59
share

Sejumlah tokoh turut menghadiri aksi Rakyat Bela Indonesia yang digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Minggu (8/11/2026). Dalam aksi ini, sejumlah tokoh menyinggung tentang kondisi bangsa akhir-akhir ini yang dikaitkan dengan upaya pengkhianatan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyampaikan bahwa saat ini rakyat Indonesia menghadapi perkembangan keadaan bangsa dan negara. Dia secara tegas menyebut ada pihak yang zalim menggunakan kekuasaannya.

“Kita harus menjadi corong suara penyeimbang. Kalau ada kelompok pengkhianat, maka harus muncul yang mengimbanginya,” kata Jimly dalam sambutannya.

Baca juga: Aksi Rakyat Bela Indonesia Digelar Besok, Gaungkan Isu Pemakzulan Gibran hingga Penyadapan

Menyinggung surat Al Baqarah ayat 251, Jimly mengingatkan jika tidak mengimbangi satu kelompok oleh kelompok yang lain, bumi ini akan hancur.

"Ini adalah tanggung jawab ya kita sebagai warga bangsa, tanggung jawab kita sebagai umat Islam. Maka saya sangat mendukung inisiatif kawan-kawan pimpinan ormas bahwa kita menyuarakan suara nurani dan suara akal sehat. Logic power dan moral power untuk jadi penyeimbang mengingatkan semua pengambil keputusan agar lurus di jalan yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, analisis kebijakan publik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu secara tegas menyinggung kekuatan oligarki yang telah merusak bangsa Indonesia dengan menyuap unsur-unsur yang ada di Republik ini.

“Partai Politik disuap, penegak hukum disuap, Bintang-bintang cokelat dan ijo dijadikan pelindung perampokan mereka,” tutur Said.

Said Didu melihat bahwa tidak ada Presiden selain Prabowo Subianto yang berani menyentuh kekuatan mereka. Ia meyakini, ketika Prabowo menyentuh, maka serangan akan datang.

“Karena Prabowo langsung menyerang kekuasaan mereka maka datanglah sandiwara yang dilakukan oleh mantan kapolri untuk menyadap Presidennya. Itu adalah puncak dari segalanya,” pungkasnya.

Topik Menarik