Polisi Temukan Materi Pelecehan Seksual Anak di Rumah Ayah Meghan Markle

Polisi Temukan Materi Pelecehan Seksual Anak di Rumah Ayah Meghan Markle

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 4 November 2026 - 10:47
share

Kepolisian Filipina menemukan materi yang diduga berkaitan dengan pelecehan seksual terhadap anak di rumah Thomas Markle Sr., ayah Meghan Markle, di Cebu City. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan atas dugaan kepemilikan materi pornografi anak yang menyeret nama Thomas.

Pelaksana Tugas Direktur Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Mayor Jenderal Wilson C. Asueta, mengungkapkan perkembangan penyelidikan dalam konferensi pers pada Selasa, 3 November 2026. Dikutip dari PEOPLE, Asueta menyebut proses penyelidikan berjalan ke arah yang tepat.

Baca juga: Meghan Markle Lega, Tuduhan Pornografi Anak terhadap Ayahnya Diselidiki

Sebelumnya, aparat memperoleh surat perintah untuk memeriksa rumah Thomas di Cebu City pada 29 Oktober. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan sejumlah berkas yang diduga termasuk materi pelecehan atau eksploitasi seksual anak.

Aparat juga dilaporkan menemukan sebuah video yang menampilkan anak-anak laki-laki dan perempuan dari Asia serta ras kulit putih. Saat ini, penyidik masih memeriksa komputer, telepon seluler, dan perangkat penyimpanan lain yang ditemukan di rumah tersebut.Asueta mengatakan polisi tengah memastikan apakah perangkat-perangkat itu merupakan milik Thomas atau apakah pria berusia 82 tahun tersebut muncul dalam materi yang ditemukan. Meski demikian, hingga kini Thomas belum secara resmi didakwa oleh kepolisian Filipina.

Baca juga: Sebelum Terseret Kasus Pornografi Anak, Ayah Meghan Markle Sempat Pacari Perawat Muda

Penyelidikan tidak hanya melibatkan aparat setempat. FBI Amerika Serikat juga dilaporkan bekerja sama dengan kepolisian Filipina. Asueta menyebut FBI dan otoritas Amerika Serikat telah menghubungi Women’s and Children’s Protection Center milik kepolisian Filipina.

Otoritas Meksiko Geledah Tempat Penyimpanan Lama Thomas

Selain penyelidikan di Filipina, otoritas Meksiko dilaporkan menggeledah tempat penyimpanan lama milik Thomas di Rosarito Beach pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Penggeledahan tersebut dilakukan oleh pejabat kejaksaan negara bagian Baja California bersama ahli forensik komputer dan penyidik tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan itu, mereka dilaporkan menemukan komputer, USB flash drive, kaset VHS, serta majalah yang diperkirakan telah disimpan selama sekitar 20 tahun.

Namun, Menteri Dalam Negeri Filipina Juanito Victor "Jonvic" Remulla mengatakan otoritas Meksiko belum menghubungi kepolisian Filipina terkait pemeriksaan tersebut.Thomas diketahui berhenti membayar biaya tempat penyimpanan itu sejak 2024, tetapi tetap membiarkan barang-barangnya berada di sana. Ia tinggal di Rosarito pada 2011 hingga 2025 sebelum pindah ke Filipina. Pada Desember 2025, Thomas menjalani operasi amputasi kaki dan kemudian kembali ke Amerika Serikat.

Thomas sempat dilaporkan tinggal di sebuah panti perawatan di Florida. Namun, ia baru-baru ini diminta meninggalkan fasilitas tersebut setelah kabar mengenai dugaan kasus ini mencuat.

Dugaan Awalnya Diungkap Sang Putra

Kasus ini pertama kali mencuat setelah Thomas Markle Jr., putra Thomas sekaligus saudara tiri Meghan, mengaku menemukan materi ilegal di rumah ayahnya.

Menurut laporan yang dikutip PEOPLE, Thomas Jr. mengklaim menemukan empat kotak besar berisi ratusan, bahkan mungkin ribuan, gambar pornografi anak. Ia juga mengaku menemukan video yang menampilkan anak perempuan berusia sekitar 10 atau 11 tahun dalam tindakan seksual, serta sebuah video berdurasi 15 menit yang memperlihatkan anak-anak perempuan tanpa busana di telepon seluler lama milik ayahnya.

Thomas Jr. mengatakan telah melaporkan temuannya kepada FBI, National Center for Missing and Exploited Children di Amerika Serikat, serta kepolisian negara bagian Pennsylvania pada 10 Juli. Saat itu, Thomas disebut tinggal di wilayah tersebut.

Thomas Jr. mengaku merasa jijik dan terkejut setelah melihat materi tersebut. Ia mengatakan menyadari bahwa temuan itu diduga merupakan sesuatu yang ilegal sehingga memutuskan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang.

Sementara itu, Thomas Sr. membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dalam pernyataan kepada Daily Mail pada 23 Oktober, ia menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan mempertanyakan alasan putranya berusaha menghancurkan dirinya.

Magang/Kirana Gina Anindita

Topik Menarik