Charly Van Houten Sedih Raffi Ahmad Banjir Boikot: Saya Prihatin 

Charly Van Houten Sedih Raffi Ahmad Banjir Boikot: Saya Prihatin 

Gaya Hidup | inews | Rabu, 4 November 2026 - 11:26
share

JAKARTA, iNews.id - Aksi boikot terhadap Raffi Ahmad semakin ramai menjadi perbincangan publik. Di tengah gelombang kritik yang menyeret nama suami Nagita Slavina tersebut, vokalis ST12, Charly Van Houten, ikut angkat bicara. Dia mengaku prihatin dengan polemik yang dinilai berpotensi merembet hingga ke dunia hiburan Tanah Air.

Melalui video yang diunggah di Instagram, Charly menyampaikan pandangannya terkait kontroversi yang melibatkan Raffi Ahmad. Dia berharap masyarakat tidak terburu-buru menghakimi seseorang hanya berdasarkan informasi dan opini yang beredar di media sosial.

Charly menegaskan, pernyataannya bukan bentuk pembelaan terhadap Raffi. Dia bahkan mengaku tidak memiliki hubungan bisnis maupun kepentingan pribadi dengan presenter yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden tersebut.

"Saya di sini bukan berbicara membela Raffi Ahmad. Saya juga bukan bawahannya, tidak punya juga hubungan bisnis sama dia, atau kumpul-kumpul sama dia dan ikut tidak ikut dalam acaranya. Jujur saya tidak punya kepentingan apa pun dalam persoalan ini," katanya, dikutip Rabu (4/11/2026).

Meski tidak memiliki kepentingan pribadi, Charly mengaku ikut merasakan keprihatinan melihat polemik tersebut semakin meluas. Terlebih, aksi boikot yang awalnya mengarah kepada satu figur publik dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas di industri hiburan.

"Di mana-mana sedang ramai berbicara tentang Raffi Ahmad, sampai boikot-memboikot. Jujur secara pribadi saya ikut prihatin, apalagi sampai berdampak ke dunia hiburan yang dianggap karena ada menyangkut nama Raffi Ahmad," ujar Charly.

Dia pun mengajak masyarakat melihat persoalan secara utuh sebelum menjatuhkan penilaian. Menurut Charly, kritik tetap diperlukan ketika seseorang melakukan kesalahan, tetapi harus didasarkan pada fakta yang jelas.

Dalam kesempatan itu, Charly juga menyinggung kehadiran Raffi Ahmad dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Dia mengaku percaya dengan klarifikasi Raffi yang menyebut dirinya datang sebagai tamu undangan, bukan pihak penyelenggara kegiatan.

"Secara pribadi saya percaya seperti apa yang dijelaskan dalam klarifikasinya Raffi Ahmad ya. Dia hanya sebagai tamu undangan, bukan sebagai pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara tersebut," tuturnya.

Kendati demikian, Charly tidak sepenuhnya menganggap Raffi tidak memiliki kekurangan dalam persoalan tersebut. Dia menilai kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar Raffi lebih berhati-hati sebelum menerima undangan untuk menghadiri suatu kegiatan.

"Cuma mungkin Raffi lagi kena apes dan kurang hati-hati saja. Ya semoga ini menjadi sebuah introspeksi buat Raffi," katanya.

Charly juga mengingatkan bahwa kritik dan tuntutan pertanggungjawaban merupakan hak masyarakat. Namun, dia berharap kemarahan publik tidak berkembang menjadi penghakiman massal yang mengabaikan fakta dan rasa keadilan.

"Kalau memang ada kesalahan ya silahkan dikritisi saja. Kalau ada yang perlu dipertanggungjawabkan ya harus dipertanggungjawabkan. Tetapi alangkah baiknya jika semuanya dilakukan berdasarkan fakta yang sudah benar-benar jelas," ucapnya.

Bagi Charly, persoalan yang menimpa seseorang hari ini bisa saja terjadi kepada orang lain pada kemudian hari. Karena itu, dia meminta masyarakat tetap mengedepankan sikap adil ketika menyampaikan kritik.

"Hari ini mungkin Raffi yang menjadi sasaran, besok bisa saja siapa saja, bahkan mungkin diri kita juga bisa," katanya.

Dia memahami masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan keresahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, Charly berharap aspirasi tersebut tidak berubah menjadi kebencian yang justru memperkeruh keadaan.

"Jangan sampai tersesat menjadi membabi buta melebar ke mana-mana, meskipun ya itu sah-sah saja. Karena bagi saya, keadilan tidak boleh lahir dari kebencian," pungkasnya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad telah menyampaikan permohonan maaf melalui video yang diunggah di Instagram pada Sabtu (31/10/2026) malam. Dia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara di Bundaran HI merupakan undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara.

Raffi mengaku tidak memiliki niat untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda. Dia juga menyadari bahwa ke depannya perlu lebih teliti dalam memahami setiap kegiatan sebelum memutuskan untuk hadir.

"Saya memohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," ujar Raffi.

Topik Menarik