Ashanty Bangga Arsy Hermansyah Tembus Ajang MUN, Wariskan Bakat Sang Kakek
Arsy Hermansyah kembali menunjukkan bakatnya di luar panggung hiburan. Putri pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty ini sukses unjuk kebolehan di ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Model United Nations (MUN).
Kiprah Arsy di forum internasional tersebut rupanya membangkitkan memori masa lalu Ashanty. Ia teringat pada sosok almarhum ayahnya yang merupakan seorang diplomat PBB dan UNICEF.
Baca juga: 6 Musisi Acungkan Salam Tiga Jari saat Manggung, Ziva Magnolya hingga Mahalini
"Papaku juga diplomat gitu. Jadi memang dari kecilnya kita udah ke mana-mana lah, keliling di United Nations juga. Dan aku, dari semua anak papaku lima-limanya enggak ada tuh yang terjun ke situ," tutur Ashanty di kawasan Senayan, Jakarta Pusat belum lama ini.
Ketertarikan Arsy muncul secara alami saat melihat arsip serta buku-buku peninggalan sang kakek. Tanpa diarahkan secara khusus, Arsy bertekad untuk meneruskan rekam jejak kakeknya.Baca juga: Amanda Manopo Bongkar Kelakuan Fajar Sadboy saat Syuting Pay Later 2
"Arsy aku lihat tuh dia punya bakatnya. Terus dia ngelihat buku kakeknya, buku papanya, 'Oh, kakekku pernah di United Nations ya? Di UNICEF ya? Pernah gini pernah gitu. Aku kayaknya pengin deh' gitu. Jadi dia kayak meneruskan," ungkapnya.
Saat tampil di forum MUN perdananya, Arsy dituntut untuk berpidato menggunakan bahasa Inggris secara lugas dan cepat dengan batas waktu hanya satu menit.
"Begitu 5 detik terakhir kan dikasih palu tek tek, itu kan biasanya orang terdistraksi tuh. Dia enggak, dia benar-benar 1 menit pas. Aku juga amaze dengan bahasa Inggris yang secepat itu, 1 menit doang waktunya, tapi dia harus ngomong, alhamdulillah lancar," paparnya.
Berdasarkan hasil tes IQ yang sempat dijalani Arsy, Ashanty menyebut anaknya memiliki potensi kecerdasan yang tinggi. Ia pun memilih memberi kebebasan Arsy mengeksplorasi minatnya tanpa memaksakan bidang akademik tertentu.
"Sekarang ya udah aku ini (dukung). Jadi aku tuh enggak mau memaksakan. Jadi kalau dia misalnya ternyata di matematikanya enggak bagus, jangan dilesin matematika, karena memang akan jadi mentok. Dikasih yang dia bagusi," pungkas Ashanty.










