Rakyat Israel Bosan Perang! Oposisi Diminta Berkoalisi dengan Partai-partai Arab

Rakyat Israel Bosan Perang! Oposisi Diminta Berkoalisi dengan Partai-partai Arab

Global | sindonews | Minggu, 1 November 2026 - 21:35
share

Ribuan wargaIsrael turun ke jalan-jalan di Tel Aviv untuk menyampaikan kepada para pemimpin oposisi bahwa terdapat 67 kursi yang bisa digunakan untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beserta koalisinya.

Jumlah kursi tersebut mencakup blok bersejarah yang terdiri dari 19 kursi dari partai-partai yang dipimpin oleh warga Palestina di Israel—kelompok partai yang sebelumnya tidak ingin diajak berkonsultasi atau diandalkan dukungannya oleh pemimpin partai Yashar, Gadi Eisenkot, dalam pembentukan pemerintahan.

Hasil pemilihan umum mengharuskan Eisenkot untuk melakukan langkah tersebut jika ia ingin tetap memegang janjinya untuk tidak bergabung dengan Netanyahu maupun mitra koalisinya.

Suasana di Tel Aviv terasa sangat emosional. Masyarakat benar-benar berharap agar suara untuk perubahan ini membuahkan hasil, dan mereka meyakini bahwa Eisenkot serta para pemimpin partai Yahudi-Israel lainnya perlu mendengarkan aspirasi mereka.

Di sisi lain, terdapat pula aksi protes yang dipimpin oleh pendukung sayap kanan dari kubu Netanyahu. Mereka menyuarakan tuntutan dan pandangan bahwa Israel tidak boleh memiliki pemerintahan yang melibatkan pihak-pihak yang mereka sebut sebagai "teroris".

Di kalangan sayap kanan, muncul perdebatan sengit yang melabeli tingginya partisipasi warga Palestina di Israel sebagai "terorisme elektoral", bahkan menyamakannya dengan serangan tanggal 7 Oktober.

Hal ini dikarenakan suara dan aspirasi warga Palestina di Israel kini memegang peranan penting dalam menentukan arah ke depan, termasuk apakah Eisenkot akan mendapatkan cukup dukungan untuk memulai negosiasi pembentukan pemerintahan.

Kemudian, Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan akan menerima hasil resmi pemilihan parlemen pada hari Rabu dan segera memulai konsultasi dengan berbagai partai politik untuk membentuk pemerintahan.

"Saya mengimbau para pemimpin partai untuk terbuka terhadap gagasan dan solusi inovatif guna menghindari diadakannya pemilihan umum kembali," ujar Herzog. "Hasil pemilu kini telah menjadi kenyataan. Semua pemimpin harus menanggalkan sikap garis keras mereka dan menghadapi realitas ini."

Berbagai jalur politik akan dijajaki demi "mencegah perlunya pemilihan umum baru," tambahnya. Hasil sementara dari pemilihan umum hari Selasa menunjukkan tidak ada partai atau blok yang meraih mayoritas dari 120 kursi di Knesset.

Pihak yang terpilih akan memiliki waktu hingga 42 hari untuk membentuk pemerintahan.

Topik Menarik