IMPKA Bersama MPSI Gelar Pelatihan Jurnalistik kepada Pemuda Kalai Anim Papua

IMPKA Bersama MPSI Gelar Pelatihan Jurnalistik kepada Pemuda Kalai Anim Papua

Nasional | sindonews | Minggu, 1 November 2026 - 22:36
share

Penguasaan jurnalistik dinilai penting bagi pemuda Kalai Anim di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hal itu agar persoalan dan aspirasi masyarakat dapat diangkat langsung dari sumber yang mengetahui kondisi di lapangan.

Kemampuan tersebut diharapkan memperkuat akurasi informasi, mengurangi risiko kesalahpahaman, serta membuka ruang lebih luas bagi masyarakat kampung untuk menyampaikan kebutuhan dan kepentingannya kepada publik. Hal tersebut mengemuka dalam pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim (IMPKA) bersama Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, Minggu (1/11/2026).

Ketua IMPKA Emanuel Talpia Yolmen menekankan pentingnya peningkatan kemampuan pemuda dan pelajar dalam mengakses informasi, menulis, serta memanfaatkan media sebagai sarana memperkenalkan kebudayaan dan memperkuat kapasitas organisasi. “Saya harap kiranya materi yang nanti disampaikan bisa menjadi sebuah pedoman, pegangan dan menjadi pengalaman buat teman-teman,” ujar Emanuel.

Baca juga: Menkum di Depan Forum Jurnalis ASEAN: Teknologi Berkembang, Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Emanuel berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan kebudayaan Kalai Anim melalui media maupun berbagai bentuk tulisan. Ia juga menekankan pentingnya persaudaraan, solidaritas, dan kerja sama sebagai landasan pengembangan organisasi.Sementara itu, peneliti MPSI Fathan Putra Mardela menyoroti masih adanya organisasi yang menghadapi kesulitan mengakses media daring. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kemampuan jurnalistik agar berbagai kegiatan dan persoalan masyarakat tidak hanya diketahui oleh lingkungan terbatas.

Lihat video: Forum WIPO Swiss, Menkum Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik

Kemampuan memproduksi informasi secara mandiri menjadi penting karena pemuda yang memahami kehidupan kampung memiliki kesempatan untuk menggali keterangan langsung dari masyarakat. Informasi tersebut selanjutnya perlu diperiksa melalui observasi, wawancara, dan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum disampaikan kepada publik.

Dengan proses tersebut, persoalan masyarakat dapat diangkat berdasarkan fakta dan konteks yang lebih utuh. Kedekatan dengan sumber informasi menjadi modal untuk memahami suatu peristiwa, tetapi tetap harus disertai verifikasi agar pemberitaan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau merugikan pihak yang diberitakan. “Ketika ada dokumentasi, itu kan ada bukti. Ketika ada bukti, itu orang akan lebih percaya,” kata Fathan saat menyampaikan materi mengenai media massa sebagai instrumen eksposur dan penguatan kelembagaan.

Menurut Fathan, penguasaan media tidak hanya diperlukan untuk memperkenalkan kegiatan organisasi, tetapi juga dapat menjadi instrumen advokasi. Dokumentasi dan pemberitaan yang dapat dipertanggungjawabkan memberikan dasar bagi pemuda untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat, membangun kepercayaan publik, dan membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Dalam konteks masyarakat adat, kemampuan jurnalistik juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal, memperkenalkan kebudayaan, serta mengangkat perkembangan kampung berdasarkan pengalaman masyarakatnya sendiri.Fathan turut mendorong IMPKA memperkuat pengelolaan media sosial dan membangun akses publikasi melalui media massa. Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk rekam jejak organisasi sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas dan aspirasi masyarakat Kalai Anim.

Namun, ia mengingatkan bahwa publikasi harus mengedepankan ketepatan fakta, menghormati privasi narasumber, serta memperhatikan persetujuan masyarakat adat terhadap informasi yang tidak diperuntukkan bagi publik. Prinsip tersebut penting agar penyampaian aspirasi tidak justru menimbulkan persoalan baru akibat informasi yang keliru atau kehilangan konteks.

Pelatihan bertema “Cerita Lokal, Dampak Nyata: Pemuda Kalai Anim Menulis untuk Perubahan” tersebut diikuti 16 peserta. Selain Fathan, kegiatan menghadirkan Nikinus Kogoya dari Humas Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan serta Muhammad Husni Tamami yang memberikan pembekalan mengenai dokumentasi visual, wawancara, dan penulisan berita.

Melalui kegiatan tersebut, IMPKA bersama MPSI berupaya memperkuat kemampuan pemuda dalam menggali informasi, mendokumentasikan kegiatan masyarakat, dan mengolahnya menjadi pemberitaan yang akurat serta bertanggung jawab.

Penguatan kapasitas jurnalistik diharapkan dapat mendukung kemandirian IMPKA dalam mengelola informasi sekaligus memperluas partisipasi pemuda dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan kehidupan sosial, kebudayaan, dan pembangunan kampung.

Dengan kemampuan tersebut, pemuda Kalai Anim tidak hanya menjadi penerima informasi atau objek pemberitaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghadirkan suara masyarakatnya sendiri melalui informasi yang bersumber langsung dari lapangan, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Topik Menarik