Mencekam! Angin Kencang Terjang 3 Desa di Bojonegoro, Belasan Rumah Rusak

Mencekam! Angin Kencang Terjang 3 Desa di Bojonegoro, Belasan Rumah Rusak

Nasional | inews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 17:07
share

BOJONEGORO, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang memorak-porandakan permukiman warga di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Situasi mencekap itu terjadi pada Kamis (29/10/2026).

Sedikitnya, 18 rumah rusak, satu di antaranya roboh hingga rata dengan tanah. Dampak terparah terjadi di Desa Dander. 

Rumah milik Suprayitno di RT 17 RW 02 ambruk akibat terjangan angin kencang. Kerusakan bangunan tersebut ditaksir menimbulkan kerugian hingga Rp50 juta.

Di Desa Growok, 13 rumah juga mengalami kerusakan. Sejumlah atap rumah rusak, bahkan ada bangunan yang tertimpa pohon. Kerusakan lainnya meliputi tembok, dinding dapur, dan pagar rumah.

Sementara itu, empat rumah di Desa Ngraseh mengalami kerusakan ringan pada bagian atap teras.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, angin kencang menerjang kawasan tersebut pukul 16.30 WIB. Hasil asesmen menunjukkan kerusakan rumah tersebar di tiga desa dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.

"Kerusakan antara lain terjadi pada bagian atap, tembok, dinding dapur, dan pagar rumah," ujar Kalak dikutip dari iNews Bojonegoro, Jumat (30/10/2026).

BPBD memperkirakan kerugian akibat kerusakan rumah di Desa Growok dan Dander mencapai Rp150 juta. Nilai kerusakan setiap rumah bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp20 juta. Perhitungan tersebut belum memasukkan kerugian di Desa Ngraseh.

Petugas BPBD bersama unsur terkait telah mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.

Heru menyebut kondisi warga relatif terkendali. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan masih menempati bangunannya, sedangkan penghuni rumah yang roboh sementara tinggal di rumah orang tuanya.

"Penanganan dampak bencana tersebut melibatkan BPBD Bojonegoro, Agen BPBD Jawa Timur, Satpol PP, serta pemerintah desa setempat," ucapnya.

Topik Menarik