Waka BRIN Tekankan Pentingnya Pemanfaatan Teknologi Antariksa untuk Pembangunan di Konferensi PBB
Wakil Kepala (Waka) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Amarulla Octavian menekankan pentingnya penggunaan teknologi antariksa untuk mendukung pembangunan. Termasuk dalam mitigasi bencana.
Hal itu disampaikan Prof Amarulla Octavian saat memimpin Delegasi RI pada 5th Ministerial Conference in Space Applications for Sustainable Development in Asia and the Pacific di Bangkok, Thailand yang berlangsung selama dua hari pada 28-29 Oktober 2026.
Konferensi PBB ini diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) bersama pemerintah Thailand. Konferensi Tingkat Menteri ini dihadiri oleh 62 negara peserta dan 15 organisasi internasional sebagai observer.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan 150 Peneliti BRIN di Istana, Pamerkan Ratusan Inovasi
APBD Perubahan Mimika Rp6,1 Triliun, Rampeani Rachman Dorong Anggaran Gerakkan Ekonomi Rakyat
Beberapa pejabat tampak mendampingi Waka BRIN, seperti Dubes RI untuk Thailand Hari Prabowo dan Direktur Eksekutif Indonesian National Space Agency (INASA) Prof. Erna Sri Adiningsih.Berbicara pada sesi 2 dan sesi 3, Prof. Amarulla Octavian menyampaikan komitmen dan kepentingan nasional dalam pemanfaatan teknologi antariksa, penginderaan jauh, serta data geospasial untuk mendukung pembangunan keberlanjutan sekaligus mitigasi risiko bencana.
Lihat video: BRIN Paparkan Produk Inovasi ke Prabowo, Termasuk Pengganti LPG!
”Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga sangat berkepentingan untuk memperkuat kerja sama kawasan untuk mengamati dan menganalisa setiap perubahan yang terjadi di atas permukaan lautan, utamanya Samudera Pasifik,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).Prof. Amarulla Octavian juga menyampaikan kemajuan Indonesia dalam implementasi Asia-Pacific of Action Plan on Space Applications for Sustainable Development pada tahap II periode 2022-2026. Di sela konferensi, Delegasi RI melaksanakan Kunjungan Kehormatan kepada Sekretaris Eksekutif UN ESCAP Prof. Armida Salsiah Alisjahbana.
Hasil dari konferensi adalah Deklarasi Bangkok memuat Action Plan tahap III periode 2026-2030 sebagai peta jalan kebijakan guna menempatkan teknologi antariksa sebagai penggerak ekonomi di masa mendatang.










