Elon Musk Sebut Hanya Robot dan AI yang Bisa Selamatkan AS dari Jurang Utang Rp726.021 Triliun

Elon Musk Sebut Hanya Robot dan AI yang Bisa Selamatkan AS dari Jurang Utang Rp726.021 Triliun

Ekonomi | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:37
share

Di tengah kepungan krisis finansial global dan pembengkakan utang yang belum pernah terjadi dalam sejarah, Elon Musk melontarkan pernyataan mengejutkan. Dalam wawancara eksklusif bersama penulis biografinya, Walter Isaacson, untuk sebuah siniar terbaru Axios, miliarder pemilik Tesla dan SpaceX ini menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah bisa menyelesaikan krisis utang nasionalnya hanya dengan memangkas anggaran belanja publik.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan AS (US Treasury) per 15 Oktober 2026, total utang nasional Negeri Paman Sam -julukan AS- telah menembus angka fantastis USD40,39 triliun (sekitar Rp726.021 triliun dengan kurs Rp17.975 per USD).

Musk mengungkapkan bahwa pengalaman masa lalunya saat memimpin eksperimen Department of Government Efficiency (DOGE) membuktikan, bahwa defisit anggaran tidak bisa diselesaikan dari dalam tubuh birokrasi pemerintahan. Pasalnya, hampir tidak ada pejabat berwenang yang benar-benar berniat memotong pengeluaran negara.

Baca Juga: Elon Musk Sebut AS 1.000 Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun

"Jika Anda mencoba menyelesaikan defisit dan menghentikan pemborosan anggaran, Anda hanya akan menciptakan banyak musuh. Satu-satunya cara kita akan menyelesaikan utang nasional adalah dengan AI dan robot," tegas Musk.

Musk menambahkan, bahwa Presiden Donald Trump "sangat suka disukai publik", sehingga pemangkasan anggaran yang agresif akan sangat dihindari karena memicu resistensi politik. Musk bahkan mengakui secara jujur bahwa dirinya sempat "terlalu larut" di DOGE, meninggalkan bisnis utamanya terlalu lama, dan seharusnya kembali fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) lebih cepat.

Baca Juga: Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit

Gagasan radikal Musk berpacu dengan waktu seiring dengan kian gentingnya pasar obligasi AS. Imbal hasil (yield) surat utang AS (Treasury) tenor 10 tahun melesat hingga 5,29, sementara yield tenor 30 tahun meroket ke 5,61, posisi tertinggi sejak tahun 2002. Bahkan biaya pembayaran bunga utang AS kini telah melampaui seluruh anggaran militer negara tersebut.

Musk memprediksi bahwa lompatan produktivitas dari AI dan robotika akan mendorong produksi barang dan jasa melampaui pertumbuhan jumlah uang beredar, memicu fenomena disinflasi masif. Untuk menyeimbangkannya, pemerintah terpaksa menerbitkan lebih banyak Dolar-yang berisiko mendegradasi nilai mata uang itu sendiri.Menariknya, pengumuman wawancara ini keluar tepat dua hari sebelum Musk berjanji akan membagikan satu lembar saham SpaceX secara gratis kepada setiap anak di Amerika Serikat pada tahun depan.

Celah Bitcoin di Tengah Krisis Utang USD40 Triliun

Saat skenario Musk bertumpu pada pencetakan uang baru hasil dorongan efisiensi AI, para pendukung mata uang kripto melihat celah besar bagi Bitcoin. Pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, sepakat bahwa ancaman utang AS akan memicu pelemahan mata uang fiat, menjadikan Bitcoin -dengan pasokan terbatas 21 juta koin- sebagai benteng pertahanan utama pengganti emas.

Meskipun Tesla sempat menghentikan pembayaran Bitcoin pada 2021 dan menjual 75 porsinya di 2022, laporan resmi menunjukkan Tesla masih menguasai 11.509 Bitcoin, sementara berkas persiapan IPO SpaceX mengonfirmasi kepemilikan 18.712 Bitcoin.

Apakah revolusi teknologi AI dan robotika benar-benar mampu menghapus gunung utang USD40 triliun sebelum pasar finansial AS ambruk? Dunia kini menanti pembuktian dari ramalan terliar Elon Musk ini.

Topik Menarik