Hanura Terapkan Strategi Berbasis Sains, Bidik Lolos Parlemen pada Pemilu 2029
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menegaskan komitmen untuk mengelola partai secara modern, serta menggunakan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan (science).
Hal tersebut dikatakan Ketua Team Task Force DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella usai kegiatan konsolidasi dan rapat teknis dengan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta legislator Hanura se-Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Hotel Maleo, Mamuju, Sabtu (24/10/2026) malam.
Dikatakannya, langkah strategis itu digencarkan untuk memperkuat mesin elektoral Hanura dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. "Hanura mengelola partai dengan cara-cara modern, dengan memakai ilmu pengetahuan. Jadi, tidak sekadar rasa-rasa atau mungkin-mungkin. Itu tidak dipakai lagi. Dengan dasar ilmu pengetahuan, kita akan mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa hasil pengelolaannya," ujarnya.
Baca juga: Sarankan Prabowo Bentuk Zaken Kabinet, Hanura Sebut 2 Tahun ke Depan sebagai Waktu Emas
Kunjungan ke Provinsi Sulbar, sambung Rio, merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi Team Task Force DPP Hanura, yang telah menyambangi 26 provinsi di Indonesia. Menurutnya, pertemuan itu bertujuan untuk memastikan kesiapan struktur partai hingga ke tingkat terbawah, serta membangun soliditas dan semangat seluruh kader.Rio menambahkan, berdasarkan verifikasi dan pemantauan administrasi kepengurusan melalui aplikasi internal, hasil konsolidasi di Provinsi Sulbar sangat memuaskan. Dari total 69 kecamatan, hanya dua kecamatan yang belum merampungkan proses unggah persyaratan, atau memiliki tingkat pencapaian sekitar 98 persen.
"Itu hampir 98 persen. Makanya, saya menilai, konsolidasi dan kerja-kerja organisasi di Provinsi Sulawesi Barat sudah on the track. Kami memberi batas waktu kepada DPD dan DPC untuk menyelesaikan konsolidasi sampai akhir November 2026. Kami optimis, Hanura Sulbar bisa menyelesaikan hal tersebut," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Rio juga menjelaskan tentang makna di balik perubahan logo Hanura, yang kini mengusung simbol kepala singa. Menurutnya, lambang baru itu merefleksikan semangat, kekuatan, kecepatan, keteguhan, serta keberanian baru bagi para kader di seluruh daerah.
Lihat video: HUT Ke-18 Partai Hanura, OSO Serukan Kesejahteraan Daerah
"Kami tidak butuh orang yang hanya bisa bicara, kami butuh petarung. Kedatangan kami ke sini bukan sekadar menyusun atau membenahi struktur kepengurusan, tapi mencari petarung-petarung di setiap daerah pemilihan (dapil). Selain konsolidasi, tugas utama DPD dan DPC adalah mencari petarung untuk diusung sebagai legislator pada Pemilu mendatang," tegasnya.Lebih lanjut, Rio menerangkan, strategi pemenangan Hanura di Pemilu 2029 juga dirancang secara komprehensif, dari Aceh hingga Merauke. Dia menegaskan, Hanura bertekad melewati ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT), serta kembali menempakatkan kader di Senayan, untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi daerah.Selain itu, tambah Rio, pihaknya juga akan melakukan survei internal secara nasional. Survei pertama, urai dia, akan dilakukan pada Juni 2027, setelah Hanura dinyatakan lolos verifikasi sebagai partai peserta Pemilu 2029. Kedua, dilakukan akhir 2027.
"Survei ketiga, dilakukan pada pertengahan 2028, dan survei terakhir menjelang Pemilu 2029. Empat survei itu akan memotret perkembangan dan peta Hanura, apakah kami akan mendapatkan tambahan kursi Dewan," terangnya.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sulbar, Andi Dody Hermawan menegaskan kesiapan pihaknya untuk memaksimalkan seluruh potensi dan kekuatan Hanura Sulbar, untuk mengadapi Pemilu 2029 dan mencapai target yang telah ditetapkan.
"Melihat kondisi saat ini, Insya Allah kami bisa maksimalkan. Harapan saya, Sulbar bisa membawa Hanura sampai ke posisi lima besar pada Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang," ucapnya.
Sebagai informasi, rangkaian acara konsolidasi itu turut diwarnai dengan penandatanganan Wall of Commitment and Victory, sebagai wujud komitmen Team Task Force DPP dengan seluruh jajaran pengurus dan legislator se-Provinsi Sulbar.
Kegiatan itu ditutup dengan penyerahan bantuan operasional secara simbolis dari DPP kepada jajaran DPC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau pengurus di tingkat kecamatan. Bantuan itu untuk mendukung pemasangan papan nama dengan logo baru partai, dan pengelolaan rekening resmi partai di seluruh wilayah Sulbar.










