Fotonya Pakai Selang Oksigen saat Tinjau Kalteng Beredar, Ini Penjelasan Menkes?

Fotonya Pakai Selang Oksigen saat Tinjau Kalteng Beredar, Ini Penjelasan Menkes?

Nasional | sindonews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:25
share

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi ihwal beredarnya foto dan narasi di media sosial yang menyebutkan dirinya mengalami sesak napas sampai dipasangkan oksigen saat meninjau kondisi dampak kabut asap karhutla serta Rumah Oksigen MDMC di Kalimantan Tengah.

Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak Budi tengah duduk dengan selang oksigen yang terpasang di hidung. Beredarnya foto tersebut disertai narasi yang membandingkan kondisi Budi dengan apa yang dirasakan masyarakat terdampak karhutla.

Namun, kabar yang beredar tersebut dibantah oleh Budi. Lewat unggahan di akun instagramnya, Budi menuturkan foto yang beredar memang benar dirinya namun narasi yang membarengi foto tersebut terkait dia sesak napas dan membutuhkan oksigen merupakan narasi tidak benar.

Baca juga: 7 Juta Orang Terdeteksi Hipertensi lewat CKG, Menkes Ingatkan Pengobatan Gratis

“Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai foto saya menggunakan tabung oksigen. Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar,” tulis Budi, dikutip Minggu (25/10/2026).Budi menegaskan dirinya saat itu sama sekali tidak merasakan sesak napas. Sebab dirinya mengenakan masker KN95 selama kunjungan tersebut. Budi juga menjelaskan momen dirinya yang beredar menggunakan selang oksigen adalah saat dirinya membuat video edukasi dan menunjukan fasilitas Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen seperti yang terekam di video ini,” jelas dia.

Lihat video: MENKES TURUN LANGSUNG! Tinjau Korban Asap Karhutla di Palangkaraya!

Budi mengaku ingin mempublikasikan kehadiran Rumah Oksigen MDMC di tengah dampak kabut asap karhutla yang semakin terasa oleh masyarakat. Selain itu, ia juga ingin mengedukasi kepada masyarakat agar datang ke rumah oksigen terdekat jika sudah merasa sesak napas.

“Sebagai bentuk mitigasi nyata, saya ingin membantu publikasi kehadiran Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen Pemprov Kalteng. Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat,” tuturnya.

Budi membeberkan udara di rumah oksigen sendiri disaring secara ketat menggunakan High-Efficiency Particulate Air (HEPA) atau penyaring udara partikulat efisiensi tinggi. Sehingga, masyarakat bisa menikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100. “Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100. Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” beber dia.

Selain mempublikasikan Rumah Oksigen MDMC, ia juga turut mempublikasikan Bus Oksigen Keliling dari Pemprov Kalimantan Tengah. Bus tersebut bisa digunakan bagi masyarakat yang berada di lokasi sulit terjangkau.

“Untuk yang sulit menjangkau lokasi, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan Bus Oksigen keliling. Tabung oksigen murni ini sangat krusial, terutama bagi relawan pemadam api yang saturasinya sering drop di bawah 90 akibat polusi tinggi,” pungkas Budi.

(Niko Prayoga)

Topik Menarik