Berkunjung ke China, Kim Jong-un: Kompi Tentara Korut Diubah Jadi Unit Tempur Elite Mandiri
Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, menyerukan agar kompi-kompi tentara di negara itu diubah menjadi unit tempur elite yang mandiri. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan komandan kompi selama dua hari di Pyongyang.
Peristiwa ini menegaskan prioritas kebijakan Kim yang konsisten, yakni memperkuat militer.
Dalam pidatonya di konferensi komandan kompi Tentara Korea Utara pada 22–23 Oktober—yang menurut KCNA merupakan pertemuan militer berskala luas pertama sejak Kongres Kesembilan partai berkuasa Korea Utara pada bulan Februari—Kim meminta setiap kompi untuk bersiap sepenuhnya agar "tujuan pembangunan militer era baru" dapat tercapai.
"Mari kita bangun tentara terkuat dan percepat revolusi militer dengan gaya kita sendiri," kata Kim, dilansir KCNA.
Selama Kongres Kesembilan partai berkuasa Korea Utara pada bulan Februari, yang menetapkan arah negara untuk lima tahun ke depan, Kim menyerukan penguatan angkatan bersenjata konvensional, sekaligus menegaskan kembali upaya pengembangan senjata nuklir dan rudal.Sementara itu, Kim tiba di Dandong, Tiongkok, pada hari Sabtu dalam sebuah kunjungan ke negara tetangga tersebut melalui jembatan yang baru dibuka, demikian dilaporkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, dengan mengutip sumber dari pemerintah Korea Selatan.
Seorang juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan tidak memberikan komentar saat dimintai tanggapan. Kementerian Luar Negeri China juga tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.
China dan Korea Utara secara resmi membuka perlintasan perbatasan darat terpenting mereka di Dandong bulan ini, dengan tujuan menghidupkan kembali perdagangan dan kegiatan ekonomi setelah bertahun-tahun mengalami hubungan yang tegang serta gangguan akibat pandemi.
Kunjungan terakhir Kim ke China yang diketahui publik terjadi pada September 2025, saat ia menghadiri perayaan Hari Kemenangan ke-80 di Beijing dan mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping. Xi sendiri sempat melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada bulan Juni, yang menjadi pertanda membaiknya hubungan kedua negara.
Presiden AS Donald Trump berkeinginan kuat untuk memulai kembali pembicaraan dengan Korea Utara, namun para pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan menilai peluang pertemuan antara Trump dan Kim tahun ini semakin kecil, lapor Reuters pada hari Jumat.
China akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) bulan depan di Shenzhen, yang diperkirakan akan dihadiri oleh Trump.









