Sanksi Dilonggarkan, Solar Rusia Mulai Banjiri Pasar Turki dan Brasil

Sanksi Dilonggarkan, Solar Rusia Mulai Banjiri Pasar Turki dan Brasil

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 07:55
share

Ekspor solar Rusia mulai kembali mengalir ke pasar Turki dan Brasil, setelah Moskow melonggarkan larangan ekspor bahan bakar tersebut menyusul kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski demikian, pasar bahan bakar Eropa sejauh ini belum menunjukkan reaksi signifikan terhadap kembalinya pasokan Rusia.

"Dengan pasokan Rusia yang kembali masuk, jalur perdagangan yang sudah mapan menjadi tujuan paling logis bagi minyak tersebut pada tahap awal," kata Kepala Risiko Geopolitik Kpler Michelle Brouhard dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan data pelayaran Kpler dan LSEG yang dikutip Reuters, sedikitnya dua kapal tanker telah mengindikasikan tujuan pengiriman diesel ke Turki dan Brasil. Kapal Leruo berangkat dari pelabuhan Primorsk di Laut Baltik pada 16 Oktober dengan tujuan Manaus, Brasil, sedangkan kapal Dolunay berangkat pada 14 Oktober menuju Alanya, Turki. Masing-masing kapal mengangkut sekitar 300.000 barel diesel.

Baca Juga:Rusia Bombardir Kyiv Beberapa Jam usai Sepakat Berunding Damai dengan Ukraina

Maroko juga kembali mengimpor diesel Rusia. Sebuah kapal tanker yang memuat sekitar 40.000 ton diesel dengan kandungan sulfur sangat rendah (ultra-low sulphur diesel) di Primorsk pada 13 Oktober dilaporkan menuju negara tersebut. Sepanjang tahun ini, Turki menyerap sekitar 34 dari total pemuatan diesel Rusia, diikuti Brasil sebesar 24 dan Maroko 10, berdasarkan data Kpler.Kesepakatan pelonggaran ekspor diumumkan Trump pada 9 Oktober setelah pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Departemen Keuangan AS kemudian menerbitkan izin sementara yang memungkinkan diesel Rusia dipasarkan secara global. Moskow selanjutnya melonggarkan sebagian larangan ekspor yang diberlakukan pada Juli, dengan mengizinkan ekspor sebanyak 500.000 ton mulai 10 Oktober. Larangan sebelumnya diterapkan setelah serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia memicu kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.

Trump menyatakan Rusia akan segera mengekspor 300.000 ton diesel, kemudian 500.000 ton pada November. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak memperkirakan ekspor dapat mencapai 3,5 juta ton per bulan pada akhir tahun. Sejumlah pemasok bahan bakar Turki dilaporkan mengurangi pembelian diesel dari kilang domestik, termasuk Tupras, karena memperkirakan kedatangan kargo Rusia.

Baca Juga:Rusia Boyong 40.000 Ton Solar ke AS, Pengiriman Perdana Mulai Hari Ini

Uni Eropa (UE) dan Inggris masih melarang impor bahan bakar Rusia. Ekspor diesel Rusia sepanjang tahun ini rata-rata sekitar 345.000 barel per hari, turun 41 dibandingkan 2025. Kontrak berjangka diesel acuan Eropa juga relatif stabil setelah kesepakatan tersebut, meskipun selisih harga diesel terhadap minyak mentah Brent telah turun dari rekor tertinggi pada akhir September dan masih beberapa kali lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya.

Analis Sparta Commodities James Noel-Beswick mengatakan volume ekspor yang diumumkan Trump relatif kecil dibandingkan kekurangan pasokan global. Namun, apabila ekspor mencapai tingkat yang diproyeksikan Novak, tambahan pasokan tersebut berpotensi menutup sebagian besar kesenjangan pasokan di pasar dunia.

Topik Menarik