FIA UI Edukasi 40 UMKM Cimanggis tentang Strategi Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan
Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Cimanggis, Depok, mendapat pembekalan untuk meningkatkan daya saing bisnis, mulai dari strategi memuaskan pelanggan hingga keterampilan mengelola keuangan secara profesional. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) melalui program HIMANIA Care 6.0 mendorong 40 UMKM Cimanggis Maju (UCM) agar lebih tertata, kompetitif, dan mampu naik kelas.
Pembekalan tersebut dikemas dalam seminar dan workshop bertema “Accelerate to Elevate: Empowering Entrepreneurs to Go Above and Beyond” yang berlangsung di Balai Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini. Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menghadirkan praktik langsung dan pendampingan mahasiswa agar ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam operasional usaha.
Kegiatan tersebut diinisiasi tim pengabdian masyarakat FIA UI yang dipimpin Eva Andayani bersama Effy Zalfiana Rusfian danPantius Drahen Soeling, serta mahasiswa FIA UI. Ketua UCM Dendy Baskhara Putra membuka kegiatan dengan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di wilayah Cimanggis.
Baca juga: MNC University Gelar Pelatihan Radio Bersama Managing Director Audio+ dan RCTI+
Persoalan tersebut menjadi latar belakang pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi persaingan dan menjaga keberlangsungan bisnis. Ketua Tim Pengabdi Eva Andayani, menegaskan kegiatan ini bertujuan mendorong UMKM Cimanggis Maju berkembang melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola usaha.Menurut Eva, program ini merupakan kolaborasi pengabdian masyarakat dosen FIA UI dengan Himpunan Mahasiswa Niaga (HIMANIA) FIA UI yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024. Kegiatan yang semula menyasar UMKM di Kelurahan Tugu tersebut kemudian diperluas hingga menjangkau pelaku usaha di Kecamatan Cimanggis.
Seminar diawali dengan materi “Membangun Mentalitas yang Tangguh untuk UMKM” yang disampaikan dosen Administrasi Niaga FIA UI, Effy Zalfiana Rusfian dan Pantius Drahen Soeling. Materi tersebut menyoroti dua aspek penting dalam pengembangan bisnis, yakni pemasaran dan sumber daya manusia (SDM).
Dari perspektif pemasaran, pelaku UMKM diajak memahami pentingnya kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan sebagai fondasi untuk membangun loyalitas konsumen. Sementara dari sisi SDM, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak cukup diukur dari banyaknya produk yang terjual. Kemampuan mempertahankan pelanggan, mengelola sumber daya, dan membangun sistem kerja yang baik juga menentukan keberlanjutan bisnis. Selain strategi pemasaran, pengelolaan keuangan menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan UMKM tersebut. Praktisi dan profesional keuangan Erlina Juwita menyampaikan materi “Cerdas Mengelola Keuangan untuk UMKM”. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kesehatan keuangan usaha, pencatatan transaksi, pemahaman laporan keuangan, serta pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.
Pencatatan keuangan yang tertib menjadi langkah mendasar agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi bisnis secara lebih akurat. Tanpa pemisahan keuangan dan pencatatan yang jelas, pemilik usaha akan kesulitan mengukur keuntungan, mengendalikan pengeluaran, dan mengevaluasi perkembangan bisnis.
Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan workshop “Pencatatan Keuangan Sederhana dengan Google Sheets” bersama Rasyid Prawiracakti, alumni Administrasi Niaga FIA UI. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan template pencatatan keuangan digital yang dapat langsung digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha.
Penggunaan Google Sheets diharapkan membantu UMKM membangun kebiasaan pencatatan yang lebih teratur tanpa harus menggunakan sistem keuangan yang rumit. Salah satu keunggulan HIMANIA Care 6.0 adalah pendampingan langsung selama proses pembelajaran.
Sebanyak 40 mahasiswa Administrasi Niaga FIA UI menjadi relawan untuk mendampingi 40 UMKM peserta. Mereka membantu pelaku usaha mengisi template pencatatan keuangan, menjawab pertanyaan, dan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan setiap bisnis.Dengan pola pendampingan tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan pemateri, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba dan memahami penerapan materi secara langsung. Deviyana Sagita, pemilik Urban Chick yang menjadi salah satu peserta, mengaku mendapatkan manfaat dari materi pemasaran hingga pencatatan keuangan.
“Workshop dan Seminar HIMANIA CARE 6.0 ini amat sangat membantu saya selaku UMKM yang membutuhkan bimbingan mulai dari bagaimana memuaskan pelanggan hingga mencatat penjualan dan pengeluaran penjualan, sehingga saya dapat menerapkan langsung ilmu-ilmu yang saya dapat di sini langsung di lapangan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Nining Setianingsih dari Salad Buah DAMs. Ia menilai materi yang diberikan menjawab kebutuhan pelaku usaha, terutama dalam hal pencatatan keuangan yang selama ini dibutuhkan. “Wah, ini sih gong banget, yang selama ini saya butuhkan ada di sini semua, masih dikasih template gratis pula,” ungkap Nining.
Dukungan terhadap pengembangan usaha peserta tidak berhenti pada seminar dan workshop. Dua UMKM terbaik juga memperoleh kesempatan membuka booth secara gratis di Pekan Raya Niaga (PRN) Bazaar 2026 yang diselenggarakan FIA UI mulai 26 Oktober 2026.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta terpilih memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas sekaligus memperoleh pengalaman pemasaran secara langsung.Melalui HIMANIA Care 6.0, FIA UI berupaya menghubungkan pengetahuan akademis dengan kebutuhan nyata pelaku usaha. Penguatan strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, dan pencatatan keuangan menjadi bekal penting agar UMKM dapat berkembang dengan fondasi bisnis yang lebih kuat.
Dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan komunitas UMKM, program ini diharapkan tidak sekadar memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga mendorong perubahan dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnis.
Bagi 40 UMKM Cimanggis yang terlibat, langkah naik kelas dimulai dari hal-hal mendasar: memahami pelanggan, mencatat setiap transaksi, memisahkan uang pribadi dari uang usaha, serta membangun pengelolaan bisnis yang lebih disiplin dan berkelanjutan.










