5 Mitos Minum Air Putih yang Perlu Diketahui, Tak Sekadar 8 Gelas Sehari
Minum cukup air putih menjadi salah satu hal penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Namun, masih banyak anggapan yang beredar mengenai kebiasaan minum air yang ternyata tidak sepenuhnya benar.
Berikut beberapa mitos tentang konsumsi air putih yang perlu diketahui, yang dikutip dari Verywell Health.
5 Mitos Minum Air Putih yang Perlu Diketahui
1. Minum 8 Gelas Air Sehari Sudah Cukup untuk Mencegah Dehidrasi
Banyak orang percaya bahwa kebutuhan air setiap orang adalah delapan gelas per hari. Namun, jumlah tersebut belum tentu cukup untuk menggantikan cairan yang hilang melalui aktivitas tubuh sehari-hari, seperti bernapas, berkeringat, dan buang air kecil.Baca juga: Anggur atau Kismis, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah? Ini Penjelasannya
Secara umum, perempuan dewasa membutuhkan setidaknya sekitar sembilan gelas cairan per hari, sedangkan laki-laki membutuhkan sekitar 13 gelas. Jumlah tersebut juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung banyak air, seperti buah dan sayuran.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung beberapa faktor, seperti:- Usia- Jenis kelamin- Berat badan- Tingkat aktivitas fisik- Kondisi cuaca dan ketinggian tempat tinggal- Kondisi kesehatan, seperti kehamilan, menyusui, penyakit jantung, atau sakit akut- Konsumsi obat tertentu
Baca juga: 7 Makanan Tinggi Protein yang Mudah Dicerna, Baik untuk Usus
2. Tidak Ada Risiko Minum Air Terlalu Banyak
Faktanya, mengonsumsi air secara berlebihan atau overhidrasi memang jarang terjadi, tetapi tetap dapat dialami oleh sebagian orang. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada atlet olahraga ketahanan yang kehilangan banyak natrium akibat berkeringat dalam jumlah besar.Terlalu banyak minum air dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kebingungan, kejang, hingga kondisi yang mengancam nyawa.
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh mendapatkan cukup cairan adalah dengan memperhatikan warna urine. Urine berwarna kuning pucat biasanya menunjukkan tubuh terhidrasi dengan baik.
Sementara itu, urine berwarna kuning tua atau kecokelatan dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan. Sebaliknya, urine yang sangat bening bisa menjadi tanda konsumsi air terlalu banyak.Untuk mengetahui kebutuhan cairan yang sesuai dengan kondisi tubuh, konsultasi dengan ahli gizi juga dapat dilakukan.
3. Tubuh Baru Mengalami Dehidrasi Saat Merasa Haus
Rasa haus memang menjadi sinyal alami tubuh untuk meminta asupan cairan. Namun, seseorang bisa saja sudah mengalami kekurangan cairan sebelum rasa haus muncul.Banyak orang baru merasa haus setelah kehilangan sekitar 1–2 persen berat badan akibat berkurangnya cairan tubuh.
Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa atlet yang langsung minum setelah berolahraga dapat kembali merasa tidak haus hingga satu jam kemudian, meskipun tubuh masih membutuhkan cairan untuk menggantikan air yang hilang melalui keringat.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh merasakan haus juga dapat menurun. Karena itu, penting untuk tetap minum secara rutin sebelum muncul rasa haus.
4. Ada Waktu Tertentu yang Paling Tepat untuk Minum Air
Menurut Verywell Health, hal yang lebih penting daripada mengikuti waktu tertentu untuk minum air adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.Minum air pada waktu tertentu memang dapat membantu mencapai tujuan kesehatan tertentu. Misalnya, minum sebelum makan dapat membantu mengontrol nafsu makan. Sementara minum sebelum, selama, dan setelah olahraga dapat membantu mencegah dehidrasi.Namun, belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa seseorang harus minum air dalam jumlah banyak saat bangun tidur, sebelum tidur, atau hanya saat makan untuk mendapatkan manfaat tertentu.
Yang terpenting adalah membangun kebiasaan minum air secara konsisten sesuai aktivitas dan kebutuhan tubuh.
5. Minum Air Putih Langsung Menyebabkan Berat Badan Turun
Memenuhi kebutuhan cairan memang penting untuk kesehatan, tetapi minum air putih bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan.Dijelaskan bahwa konsumsi air yang cukup dapat membantu program penurunan berat badan secara tidak langsung, salah satunya dengan mengurangi nafsu makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi.
Penelitian menunjukkan, minum air sekitar 30 menit sebelum makan dapat membantu orang dewasa lanjut usia dan mereka yang mengalami kelebihan berat badan untuk makan lebih sedikit.
Mengganti minuman manis dengan air putih juga dapat membantu mengontrol berat badan. Namun, efek penurunan berat badan yang terjadi biasanya tidak terlalu besar.
Selain itu, tubuh memang membutuhkan energi untuk menyesuaikan suhu air yang sangat dingin dengan suhu tubuh. Meski begitu, jumlah kalori yang terbakar sangat kecil sehingga tidak cukup untuk memberikan dampak signifikan terhadap penurunan berat badan.
Magang/Kirana Gina Anindita










