Makna Berkah dalam Islam dan 4 Ciri Orang yang Mendapatkannya
Kata berkah atau barakahsering diucapkan dalam doa maupun percakapan sehari-hari. Umat Islam tentu berharap agar Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam rezeki, usia, keluarga, pekerjaan, hingga setiap langkah kehidupan.
Lantas, apa sebenarnya makna berkah dalam Islam? Bagaimana pula tanda-tanda seseorang mendapatkan keberkahandalam hidupnya?
Secara bahasa, berkah berasal dari kata Arab barakah yang berkaitan dengan bertambahnya kebaikan. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa berkah merupakan bertambahnya kebaikan. Maknanya tidak terbatas pada materi, tetapi juga mencakup nikmat spiritual, seperti ketenteraman hati, kesehatan, waktu yang bermanfaat, dan kemudahan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Al-Qur'an sendiri menyebutkan keberkahan sebagai salah satu sifat wahyu yang diturunkan Allah kepada manusia. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah Shad ayat 29:
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Artinya: "(Al-Qur'an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."Baca juga:9 Etika Bermedsos dalam Islam, Jaga Lisan hingga Jejak Digital
Ayat tersebut menjelaskan bahwa keberkahan Al-Qur'an dapat dirasakan melalui perenungan terhadap ayat-ayatnya dan pengamalan petunjuk yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, Allah SWT menerangkan bahwa keimanan dan ketakwaan merupakan sebab datangnya keberkahan bagi suatu kaum. Hal ini termaktub dalam Surah Al-A'raf ayat 96:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: "Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan."Ayat ini menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak semata-mata berkaitan dengan banyaknya harta. Keimanan dan ketakwaan menjadi landasan penting dalam menjalani kehidupan yang diridai Allah SWT.
4 Tanda Kehidupan yang Penuh Keberkahan
Mengutip penjelasan mengenai keberkahan hidup yang disampaikan Ustaz Aam Amirudin, terdapat sejumlah tanda yang dapat menjadi bahan introspeksi bagi seorang Muslim. Tanda-tanda tersebut berkaitan dengan kualitas iman, amal saleh, dan sikap ketika menghadapi berbagai keadaan.1. Merasakan Nikmat Iman dan Amal Saleh
Salah satu tanda kehidupan yang diberkahi adalah hati yang lapang dalam menerima kebenaran dan menjalankan ajaran Islam. Ibadah tidak semata-mata dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga menjadi kebutuhan rohani yang menghadirkan ketenangan.Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 125:
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِArtinya: "Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam."
Kelapangan dada dalam menerima Islam menjadi gambaran pentingnya hidayah dalam kehidupan seorang Muslim. Orang yang merasakan nikmat iman akan berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan perbuatan baik.
Contohnya, seseorang yang terbiasa bersedekah akan berusaha membantu sesama dengan ikhlas. Ia tidak hanya memikirkan jumlah harta yang dikeluarkan, tetapi juga kebahagiaan ketika dapat meringankan beban orang lain.
2. Istiqamah dalam Melakukan Kebaikan
Tanda berikutnya adalah kemampuan menjaga konsistensi dalam berbuat baik. Keberkahan hidup bukan hanya tercermin dari semangat beribadah pada waktu tertentu, melainkan juga dari kesungguhan mempertahankan ketaatan dalam berbagai keadaan.Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 101:
وَكَيْفَ تَكْفُرُوْنَ وَاَنْتُمْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ اٰيٰتُ اللّٰهِ وَفِيْكُمْ رَسُوْلُهٗۗ وَمَنْ يَّعْتَصِمْ بِاللّٰهِ فَقَدْ هُدِيَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Artinya: "Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Siapa yang berpegang teguh pada (agama) Allah, sungguh dia telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus."
Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa berpegang teguh pada agama Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga salat, berkata jujur, menunaikan amanah, dan membantu sesama.Istiqamah memang tidak selalu mudah. Ada kalanya seseorang menghadapi kesibukan, kelelahan, atau persoalan hidup. Namun, upaya untuk terus menjaga kebaikan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang Muslim dalam meraih rida Allah SWT.
3. Hati Selalu Terhubung dengan Allah SWT
Kehidupan yang penuh keberkahan juga tercermin dari hati yang senantiasa mengingat Allah. Seorang Muslim tidak hanya mendekat kepada-Nya ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga bersyukur saat memperoleh kebahagiaan dan kelapangan rezeki.Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 2-3:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۚالَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
Ayat ini menggambarkan karakter orang beriman yang hatinya tersentuh ketika mengingat Allah, bertambah imannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya, serta senantiasa bertawakal kepada-Nya.
Kerinduan untuk mendekat kepada Allah dapat diwujudkan melalui salat, zikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan memperbanyak amal saleh. Dengan demikian, keberkahan tidak hanya dirasakan dalam urusan dunia, tetapi juga dalam perjalanan spiritual menuju akhirat.
4. Mampu Bersabar Menghadapi Ujian
Tanda kehidupan yang diberkahi berikutnya adalah kemampuan bersabar ketika menghadapi ujian. Kehidupan setiap manusia tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang memperoleh kelapangan, tetapi pada waktu lain harus menghadapi kesulitan, kehilangan, atau kekecewaan.Dalam keadaan demikian, kesabaran menjadi salah satu sikap penting bagi seorang Muslim. Sabar bukan berarti menyerah tanpa berusaha, melainkan tetap menjaga keimanan, berikhtiar mencari jalan keluar, dan tidak kehilangan harapan kepada Allah SWT.Orang yang bersabar berusaha menerima ketentuan Allah tanpa meninggalkan kewajiban untuk memperbaiki keadaan. Ia juga berupaya menjaga lisannya dan tidak membiarkan kesulitan mendorongnya melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Karena itu, keberkahan tidak selalu berarti hidup tanpa masalah. Keberkahan juga dapat tercermin dari kemampuan seseorang untuk tetap bersyukur ketika lapang dan bersabar ketika sempit.
Sedekah, Salah Satu Jalan Menjemput Keberkahan
Setiap orang dapat merasakan keberkahan dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang diberi kelapangan rezeki, kesehatan, keluarga yang harmonis, waktu yang bermanfaat, atau hati yang tenteram meskipun hidup dalam kesederhanaan.Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah bersedekah. Al-Qur'an mengingatkan bahwa orang beriman hendaknya menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan kepadanya.
Sedekah bukan sekadar memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan. Amalan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial, melatih keikhlasan, dan mempererat hubungan antarmanusia.
Pada akhirnya, keberkahan hidup tidak cukup diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana nikmat tersebut digunakan. Harta yang diperoleh dengan cara halal, waktu yang dimanfaatkan untuk kebaikan, serta ilmu yang diamalkan dapat menjadi bagian dari kehidupan yang bermanfaat.
Umat Islam hendaknya senantiasa bersyukur atas nikmat Allah, menjaga ketaatan, memperbanyak amal saleh, dan bersabar menghadapi ujian. Dengan demikian, setiap nikmat yang diterima diharapkan tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi bekal untuk meraih rida Allah SWT di akhirat.
Baca juga:4 Bentuk Dosa Jariyah di Medsos yang Wajib Diwaspadai









