Kuliah Bareng dari S1 hingga S3 di ITS, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor Bersama

Kuliah Bareng dari S1 hingga S3 di ITS, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor Bersama

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 12 Oktober 2026 - 13:27
share

Perjalanan akademik Andika Ade Indra Saputra dan Rossana Margaret Kadar Yanti terbilang istimewa. Pasangan suami istri (pasutri) ini sama-sama menempuh pendidikan sarjana, magister, hingga doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Perjalanan panjang tersebut mencapai salah satu puncaknya saat keduanya diwisuda bersama pada Wisuda ke-134 ITS, Sabtu (10/10/2026).

Andika dan Rossa, sapaan akrab keduanya, meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Sipil ITS. Mereka mengikuti prosesi wisuda pada hari ketiga yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember ITS.

Baca juga: Cerita Hasna, Wisudawan Termuda ITS yang Raih Gelar Sarjana di Usia 19 Tahun

Bagi keduanya, ITS bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga bagian penting dari perjalanan hidup. Selama bertahun-tahun, mereka melewati jenjang pendidikan tinggi di departemen yang sama hingga akhirnya menyandang gelar doktor.“Kami berdua menempuh S1, S2, dan S3 di Teknik Sipil ITS, jadi bisa dibilang pure blood ITS banget,” tutur Rossa, melalui siaran pers, dikutip Senin (12/10/2026).

Berawal dari Rekan Kerja, Berlanjut ke Pelaminan

Menariknya, kisah cinta Andika dan Rossa tidak berawal dari kedekatan saat kuliah. Ketika masih menjadi mahasiswa sarjana, Rossa hanya mengenal Andika sebagai kakak tingkat di kampus.

Hubungan keduanya justru semakin dekat ketika sama-sama bekerja sebagai dosen di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Interaksi dalam pekerjaan, mulai dari berdiskusi hingga bertukar pengalaman seputar pengajaran, perlahan menumbuhkan kedekatan di antara mereka.

Baca juga: Monev INCAMP 2026 Batch 2, Kemdiktisaintek Dorong Percepatan Publikasi Artikel Ilmiah

Rossa mengaku banyak belajar dari Andika ketika dirinya masih menjadi dosen junior. Dari hubungan profesional tersebut, keduanya kemudian menemukan kecocokan yang berkembang menjadi hubungan asmara.

“Sebagai dosen junior waktu itu, saya banyak belajar dan berdiskusi dengan Pak Andika (suami, red) terkait pengajaran dan dari situlah rasa cinta kami tumbuh, Pak Andika juga yang mengajak dan mendorong saya untuk melanjutkan studi S3 bersama,” cerita Rossa.Keduanya menikah pada awal 2017 dan kini telah dikaruniai dua putri. Seiring bertambahnya tanggung jawab keluarga, perjalanan menempuh pendidikan doktoral pun menjadi tantangan tersendiri.

Berbagi Peran sebagai Orang Tua, Dosen, dan Mahasiswa

Menjalani pendidikan doktoral bukan perkara mudah, terlebih ketika keduanya harus tetap menjalankan tugas sebagai dosen sekaligus mengurus keluarga. Waktu dan tenaga perlu dibagi agar tanggung jawab pekerjaan, perkuliahan, serta kebutuhan anak-anak tetap berjalan beriringan.

Namun, menjalani studi bersama juga memberi keuntungan tersendiri. Di tengah berbagai tuntutan, keduanya memiliki pasangan yang memahami secara langsung tekanan dan tantangan yang dihadapi selama proses pendidikan.

Andika mengatakan, salah satu hal menarik dari pengalaman kuliah bersama pasangan adalah kesempatan untuk saling berbagi cerita, termasuk ketika menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan kehidupan akademik dan rumah tangga.

“Yang paling seru saat suami istri berkuliah bersama tentu saja bagaimana mengimbangi tantangan antara rumah tangga, perkuliahan, dan pekerjaan, namun, kami selalu punya tempat terbaik untuk berbagi cerita dan keluh kesah, yaitu pasangan sendiri,” ungkapnya.

Dukungan satu sama lain menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menyelesaikan studi. Ketika pekerjaan dan perkuliahan menghadirkan tantangan, pasangan dapat menjadi tempat bertukar pikiran sekaligus sumber semangat untuk terus melangkah.

Berharap Kedua Putri Mengikuti Jejak Orang Tuanya

Kedekatan Andika dan Rossa dengan ITS juga menjadi bagian dari cerita keluarga mereka. Keduanya bahkan mulai mengenalkan almamater tersebut kepada kedua putri mereka sejak dini.Andika menyampaikan hal itu dengan nada bercanda. Ia berharap kedua anaknya kelak tertarik mengikuti jejak orang tua mereka untuk menempuh pendidikan di ITS.

“Kami sudah dikaruniai dua putri yang terus kami ‘doktrin’ sejak kecil untuk masuk ITS juga kelak,” ujarnya sambil tertawa.

Di balik candaan tersebut, pencapaian akademik bersama ini menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan keluarga mereka. Setelah melewati pendidikan sarjana, magister, hingga doktor, keduanya berharap tetap dapat berkembang dan mewujudkan cita-cita bersama.

Rossa pun berharap keberhasilan menyelesaikan studi doktoral dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang yang tetap diiringi keharmonisan keluarga.

“Harapannya, kami tetap terus harmonis, menggapai mimpi-mimpi bersama berdua, serta senantiasa bahagia bersama pasangan, anak-anak, maupun orang-orang di sekitar kami,” tutup Rossa.

Topik Menarik