Kolaborasi Lansiap-STW RIA Pembangunan Perkuat Advokasi Kebijakan Aging Population

Kolaborasi Lansiap-STW RIA Pembangunan Perkuat Advokasi Kebijakan Aging Population

Nasional | sindonews | Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:28
share

Di tengah pergeseran struktur demografi menuju penuaan penduduk (aging population), isu kesejahteraan lanjut usia (lansia), dan hubungan antargenerasi semakin mendesak untuk mendapat perhatian publik.

Menjawab tantangan tersebut, platform Lansiap berkolaborasi dengan Sasana Tresna Werdha (STW) RIA Pembangunan menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Teman Lanjut Usia: Setiap Uban Menyimpan Cerita" di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).

Baca juga: Penelitian Ungkap Cokelat Hitam Berpotensi Perlambat Penuaan

Mengusung semangat memperingati Hari Pahlawan, kegiatan ini didedikasikan untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lansia yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai pahlawan dalam keluarga maupun pembangunan bangsa.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian inisiatif Lansiap untuk mempertemukan generasi muda dan lansia agar bersama-sama membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.Mengusung tema "Setiap Uban Menyimpan Cerita", kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama yakni Ketua Kegiatan Lansiap Volika Sinci Sari, Ketua Panti STW RIA Pembangunan Ners Ibnu Abas, serta Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Aulia Rayimas Tinkar.

Diskusi menyoroti adanya jarak psikologis dan sosial antargenerasi. Padahal, di balik tantangan demografi tersebut, data menunjukkan realitas sosial yang memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga yang merawat lansia kian menghadapi tantangan seiring meningkatnya mobilitas sosial, di mana sebagian lansia rentan mengalami penelantaran atau hidup sendiri tanpa pendampingan memadai.

Di sisi lain, lansia bukanlah kelompok pasif. Data dan studi demografi menunjukkan tingginya potensi produktivitas lansia (active ageing). Banyak lansia yang masih memiliki kapasitas kognitif, keterampilan emosional, serta kearifan lokal yang sangat berharga jika diberdayakan dalam ruang-ruang sosial dan ekonomi yang tepat.

Ketua Kegiatan Lansiap Volika Sinci Sari menekankan bahwa keterlibatan anak muda bukan sekadar bentuk empati sesaat, melainkan strategi besar untuk membangun masa depan generasi muda itu sendiri melalui penguasaan sektor care economy dan pengawalan kebijakan jangka panjang."Hari ini orang muda harus melihat bahwa care economy adalah peluang besar bagi Gen Z untuk tumbuh berkarir profesional hingga level global. Melalui langkah advokasi kebijakan aging population yang kita bangun sekarang, kita sedang meletakkan fondasi dan jaminan perlindungan agar kelak di masa tua nanti generasi kita bisa menikmati hari senja yang jauh lebih layak, terlindungi, dan sejahtera," ungkap Volika.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panti STW RIA Pembangunan Ners Ibnu Abas menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya menciptakan aging gracefully bagi para penghuni panti.

Sementara, Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Aulia Rayimas Tinkar menekankan pentingnya mendengar rekam jejak perjuangan generasi senior. "Oma dan Opa telah berjuang lebih dulu dan kami orang muda perlu mendengar cerita mereka sebagai bekal menjalani hidup," kata Aulia.

Peluncuran gerakan ini juga menggarisbawahi momentum silver economy serta bangkitnya sektor care economy (ekonomi perawatan) di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk lansia membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk terjun dan mengambil peran strategis di sektor ini.

Care economy tidak lagi dipandang sekadar sebagai pekerjaan domestik informal, melainkan sektor profesional bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan tenaga-tenaga muda yang berempati, terlatih, dan melek teknologi pendukung kesehatan lansia.

Keterlibatan Gen Z baik sebagai perawat profesional, kreator konten sosial, pengelola fasilitas lansia, maupun inovator teknologi pendukung (gerontechnology) menjadi kunci penyeimbang untuk memastikan masa tua yang bermartabat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

Kegiatan ini menandai dimulainya gerakan kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, panti, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ramah lansia. Ke depan, Lansiap berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama multistakeholders, menggalang solidaritas publik, serta audiensi strategis dengan lembaga negara terkait.

Topik Menarik