5 Hak Hewan dalam Islam yang Wajib Diketahui, Ini Pesan Rasulullah
Islam mengajarkan kasih sayang bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk hidup, termasuk hewanatau binatang. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahkan dikenal dengan salah satu nama Nabiyurrahmah, yakni nabi yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi alam semesta.
Karena itu, memperlakukan hewan dengan baik menjadi bagian dari ajaran Islam. Salah satu bentuknya adalah memahami hak-hak hewandan tidak memperlakukannya secara semena-mena.
Sejumlah hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberikan gambaran mengenai bagaimana seorang Muslim seharusnya memperlakukan hewan. Berikut beberapa di antaranya:
1. Memberikan Makanan yang Cukup
Binatang yang dipelihara atau digunakan sebagai hewan tunggangan memiliki hak untuk mendapatkan makanan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan hal tersebut dalam sebuah hadis:إِذَا سِرْتُمْ فِي أَرْضٍ خَصْبَةٍ فَأَعْطُوا الدَّوَابَّ حَظَّهَا وَإِذَا سِرْتُمْ فِي أَرْضٍ مَجْدَبَةٍ فَانْجُوا عَلَيْهَا
“Apabila kalian melakukan perjalanan di tanah subur, berilah binatang tunggangan itu haknya. Apabila kalian melakukan perjalanan di bumi yang tandus, percepatlah perjalanan.” (HR Al-Bazzar, lihat Ash-Shahihah No. 1357)
Baca juga:Jangan Remehkan Hewan! Amal Kecil Ini Bisa Mengundang Pahala yang Luar BiasaHadis tersebut menunjukkan bahwa ketika seseorang melakukan perjalanan dengan menunggangi hewan dan melewati daerah yang subur, ia hendaknya memberikan kesempatan kepada hewan tersebut untuk memperoleh makanan dari rerumputan dan tumbuhan yang tersedia.
Sebaliknya, jika perjalanan melewati wilayah tandus dan tidak tersedia pakan, perjalanan sebaiknya dipercepat. Tujuannya agar hewan tidak mengalami kelelahan dan dapat segera sampai ke tempat tujuan.
2. Tidak Memeras Tenaga Hewan Secara Berlebihan
Islam juga melarang manusia mengeksploitasi hewan dengan membebaninya pekerjaan secara berlebihan.Abdullah bin Ja'far radhiyallahu anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memasuki sebuah kebun milik seorang Anshar. Di sana beliau melihat seekor unta.
Ketika melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, unta tersebut mengeluarkan suara dan air matanya berlinang. Nabi kemudian mendatanginya dan mengusap bagian belakang kepalanya hingga unta itu menjadi tenang.
Rasulullah kemudian bertanya tentang pemilik unta tersebut. Seorang pemuda Anshar datang dan mengaku sebagai pemiliknya.
Beliau lalu bersabda:
أَفَلَا تَتَّقِي اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَ اللَّهُ إِيَّاهَا؟، فَإِنَّهُ شَكَا إِلَيَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memperlakukan binatang ini yang telah Allah jadikan berada dalam kepemilikanmu? Sesungguhnya ia mengadu kepadaku bahwa kamu membuatnya kelaparan dan membuatnya kelelahan dengan banyak bekerja.” (HR Abu Dawud, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa kepemilikan terhadap hewan bukan berarti seseorang bebas memperlakukannya sesuka hati. Ada tanggung jawab untuk memberikan makanan, menjaga kondisi fisik, dan tidak membebani binatang melebihi kemampuannya.
3. Menajamkan Pisau Sebelum Menyembelih
Islam juga memberikan tuntunan mengenai perlakuan terhadap hewan ketika hendak disembelih. Salah satunya dengan menggunakan pisau yang tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menambah penderitaan hewan.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka lakukanlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka lakukanlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan membuat hewan sembelihannya merasa nyaman.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa ihsan berlaku dalam setiap keadaan, termasuk ketika menyembelih hewan.Karena itu, pisau hendaknya dipersiapkan dan ditajamkan terlebih dahulu. Jangan sampai pisau yang tumpul menyebabkan proses penyembelihan berlangsung lebih lama dan menyiksa hewan.
Selain itu, pisau juga tidak semestinya diasah di hadapan hewan yang akan disembelih. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menegur seseorang yang melakukan hal tersebut dengan bersabda:“Mengapa kamu tidak mengasahnya sebelum ini? Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?” (HR Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi; dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
4. Tidak Memberi Cap pada Wajah Hewan
Islam juga melarang tindakan menyakiti binatang dengan memberikan cap menggunakan besi panas pada bagian wajahnya.Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati seekor keledai yang wajahnya diberi cap. Beliau kemudian bersabda:
لَعَنَ اللهُ الَّذِي وَسَمَهُ
“Allah melaknat orang yang memberinya cap.” (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan larangan memberikan tanda dengan cara yang menyakitkan, khususnya pada wajah binatang.
Adapun pemberian tanda pada bagian tubuh selain wajah dibolehkan dalam kondisi tertentu menurut penjelasan para ulama.
5. Tidak Menjadikan Hewan sebagai Sasaran
Islam juga melarang menjadikan hewan yang masih hidup sebagai sasaran untuk latihan memanah atau aktivitas sejenisnya.Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata:إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنِ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang memiliki roh sebagai sasaran untuk dilempar.” (Muttafaqun alaih)
Larangan tersebut menegaskan bahwa hewan tidak boleh dijadikan objek permainan atau latihan yang menyebabkan penderitaan dan kematian secara sia-sia.
Pesan Islam tentang Kasih Sayang kepada Binatang
Sejumlah hadis tersebut menunjukkan betapa luasnya ajaran kasih sayang dalam Islam. Perlakuan baik tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada binatang dan seluruh makhluk Allah.Karena itu, memelihara hewan berarti memikul tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhannya, tidak menyakitinya, serta tidak membebaninya di luar kemampuan.
Kasih sayang kepada binatang juga menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim. Sebab, rahmat yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mencakup seluruh makhluk di alam semesta.
Baca juga:8 Tokoh Antagonis (Zalim) yang Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an, Apa Pelajarannya?










