Minum Kopi Setiap Hari Baik untuk Liver? Dosen IPB Ungkap Batas Aman Konsumsinya

Minum Kopi Setiap Hari Baik untuk Liver? Dosen IPB Ungkap Batas Aman Konsumsinya

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:43
share

Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi setiap hari. Selain dikenal dapat membantu meningkatkan energi dan kewaspadaan, kopi juga kerap dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Lantas, bagaimana pengaruh konsumsi kopi terhadap kesehatan liver? Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, menjelaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah yang wajar masih dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat bagi sebagian besar orang dewasa.

Baca juga: Ratusan Orang Diduga Keracunan usai Makan di Sebuah Resto Korea di Bandung

Menurutnya, anggapan bahwa kopi selalu berdampak buruk terhadap hati tidak sepenuhnya benar. Sejumlah bukti ilmiah justru menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi kopi dalam jumlah wajar dengan risiko fibrosis hati yang lebih rendah.

Fibrosis merupakan kondisi ketika jaringan hati mengalami pembentukan jaringan parut. Jika terus berkembang, kondisi tersebut dapat berujung pada sirosis.Widya menyebut beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kopi cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami fibrosis maupun sirosis. Pada salah satu penelitian terhadap pasien perlemakan hati, konsumsi kopi bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko fibrosis sekitar 35 persen.

Baca juga: Ini 8 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh setelah Sebulan Setop Minum Alkohol

“Penelitian oleh Bravi et al juga menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko penyakit hati, termasuk kanker hati, meskipun penelitian yang ada masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan subjek yang lebih besar,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Batas Aman Konsumsi Kafein

Meski memiliki potensi manfaat, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Menurut dia, orang dewasa sehat umumnya dapat mengonsumsi kafein hingga sekitar 300-400 miligram per hari atau setara dengan 2-3 cangkir kopi.

Ia mengacu pada Food and Drug Administration (FDA) yang menyebut asupan kafein hingga 400 miligram per hari pada sebagian besar orang dewasa sehat umumnya tidak menimbulkan efek negatif.

Namun, jumlah tersebut tidak selalu berlaku untuk semua orang. Konsumsi kopi atau kafein perlu diperhatikan pada mereka yang mengalami keluhan seperti jantung berdebar, gangguan irama jantung, sulit tidur, mudah merasa cemas, asam lambung, maupun GERD.Sementara bagi ibu hamil, asupan kafein dianjurkan tidak lebih dari 200 miligram per hari. Batas tersebut mencakup seluruh sumber kafein, termasuk kopi, teh, dan cokelat.

Perhatikan Gula dan Krimer dalam Kopi

Tidak hanya jumlah kafein yang perlu diperhatikan. Bahan tambahan dalam minuman kopi juga dapat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan.

Kopi yang ditambahkan gula dalam jumlah banyak, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolik, termasuk resistensi insulin.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa potensi manfaat kopi tidak bisa dilepaskan dari pola hidup secara keseluruhan.

Menjaga berat badan tetap sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, serta mengendalikan berbagai penyakit metabolik merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan liver.

Ia juga menyebut bahwa pada orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan sekitar 5-10 persen dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi hati.

Kopi Bukan Minuman Detoks

Ia turut meluruskan anggapan yang menyebut kopi sebagai minuman detoks atau pembersih hati. Menurutnya, tubuh memang memiliki sistem alami untuk memproses dan membuang berbagai zat, tetapi kopi tidak dapat dikategorikan sebagai minuman detoks.

Kopi juga tidak dapat digunakan sebagai pengobatan untuk penyakit hati.

Dengan demikian, konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat bagi sebagian besar orang dewasa. Namun, kopi bukan pengganti pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, maupun penanganan penyakit metabolik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan liver..

Topik Menarik