HGII Resmi Tersertifikasi Standar Mutu Internasional Lingkup Energi Terbarukan
PT Hero Global Investment Tbk (HGII), emiten penyedia Energi Baru Terbarukan (EBT) secara resmi meraih 3 (tiga) sertifikasi standar internasional terpadu (Integrated Management System) dari lembaga sertifikasi independen TÜV NORD. Sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) terhitung berlaku sejak 17 September 2026 hingga 16 September 2029 untuk lingkup kegiatan usaha Renewable Energy Based Electricity Generation and Distribution.
Sertifikasi ISO yang berhasil diraih oleh Perseroan meliputi, pertama yakni SNI ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) – standar operational excellence dan mutu layanan operasional pembangkitan serta distribusi listrik berbasis energi terbarukan.
Kedua yaitu SNI ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan) - komitmen Perseroan dalam pengelolaan dampak lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan. Terakhir atau yang ketiga adalah SNI ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3) - pelindungan dan standar keselamatan tertinggi bagi seluruh tenaga kerja serta operasional perusahaan.
Baca Juga: Komitmen Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, HGII Raih Best Infrastructures Sector
Perolehan ketiga sertifikasi tersebut menegaskan komitmen HGII untuk terus meningkatkan kualitas operasional dan tata kelola perusahaan, sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam mendukung pertumbuhan bisnis energi terbarukan yang berkelanjutan sejalan target Indonesia Net Zero Emission 2060. Pencapaian sertifikasi ISO semakin memperkokoh landasan operasional HGII di tengah rekam jejak dan pengakuan positif yang diraih Perseroan di pasar modal sepanjang tahun 2026.
Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto mengatakan, bahwa pencapaian HGII memotivasi Perseroan untuk terus melangkah berprestasi serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pengakuan dari berbagai pihak independen, kini dilengkapi pencapaian meraih sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001 dari lembaga bereputasi global TÜV NORD menjadikan tahun ini sebagai milestone penting bagi HGII,” ujar Robin.
Beberapa waktu lalu, HGII menjadi satu dari hanya tiga perusahaan tercatat yang menerima penetapan saham berbasis hijau atau IDX Green Equity Designation dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan reviu eksternal independen dari S&P Global Ratings. Profil usaha HGII yang bergerak penuh di bidang energi terbarukan menjadikan seluruh pendapatan, capex, dan opex tergolong sebagai aktivitas ekonomi hijau sesuai Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Baca Juga: HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034Selanjutnya HGII meraih meraih Anugerah Khusus Kategori Sustainability dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 dari inovasi produk listrik hijau serta status saham berbasis hijau. Baru-baru ini pula HGII berhasil meraih predikat Best Infrastructure Sector – IDX Development Board dari EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. HGII unggul atas indikator performa keuangan, kontribusi dividen, kepatuhan, serta porsi saham publik.
“Sertifikasi ISO memperkuat langkah pengembangan operasional EBT yang kami jalankan dengan kualitas mutu, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan professional dengan standar yang diakui oleh internasional,” lanjut Dirut HGII, Robin Sunyoto.
Saat ini, HGII telah mengelola kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 19 MW dan terus bergerak maju dengan target kapasitas terkontrak hingga 100 MW pada tahun 2031. Portofolio pengembangan Perseroan mencakup PLTM, PLTA, PLTS, PLTBg, hingga PLTBm. Penerapan standar ISO ini diharapkan memperkokoh kredibilitas operasional, efisiensi, serta tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance).










