Industri Pelayaran Didorong Ambil Porsi Lebih Besar dari Ekonomi Ekspor
Industri pelayaran nasional didorong mengambil porsi lebih besar dari nilai ekonomi ekspor komoditas strategis Indonesia. Penguatan sektor tersebut dinilai dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung maritim.
“Indonesia perlu merebut porsi yang lebih besar dari nilai maritim yang dihasilkan dari ekspor komoditas strategis,” kata Direktur Utama PT Armada Niaga Nusantara (Arnantara) Prof. Amarulla Octavian saat menjadi panelis dalam Danantara's Maritime Industry Dialogue: Accelerating Indonesia's Maritime Corridor Development di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga:52 Persen BUMN Masih Boncos, Hanya 15 Perusahaan Pelat Merah Setor Dividen
Menurut Amarulla, penguatan industri pelayaran merupakan bagian penting dalam pengembangan koridor maritim nasional karena aktivitas ekspor komoditas strategis tidak hanya menghasilkan nilai dari barang yang diperdagangkan, tetapi juga dari jasa angkutan laut dan berbagai layanan pendukungnya.
Arnantara sebagai operating holding yang bermitra dengan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berupaya memperkuat ekosistem pelayaran dan angkutan laut nasional. Dalam program kerja 100 hari, perusahaan menyusun RKAP 2026, RJPP 2027-2032, serta berbagai standar operasional prosedur (SOP) sebagai landasan operasional perusahaan.
Untuk mendukung kebutuhan angkutan komoditas strategis, Arnantara menyiapkan sejumlah skema pemenuhan armada kapal berukuran besar, mulai dari pengadaan kapal bekas, pembangunan kapal baru, hingga penyewaan kapal. Peningkatan kebutuhan tersebut berpotensi mendorong aktivitas galangan kapal nasional melalui pembangunan dan perawatan kapal.
Penguatan armada juga dinilai dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian melalui jasa pendukung maritim. Penerapan mekanisme Cost, Insurance and Freight (CIF) dalam ekspor komoditas, misalnya, berpotensi meningkatkan penyerapan premi asuransi maritim sekaligus membuka peluang kerja bagi ribuan pelaut Indonesia.
Baca Juga:Pemangkasan BUMN Ditargetkan Sisa 200 Perusahaan Tahun Ini
Dalam pengembangan bisnisnya, Arnantara juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perusahaan pelayaran dan transportasi nasional, antara lain PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas laut sekaligus membangun ekosistem industri maritim yang lebih terintegrasi.
Forum yang diselenggarakan Danantara tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, COO BPI Danantara/Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta, CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa, serta para pimpinan BUMN, perusahaan, dan asosiasi industri maritim.










