OSH Asias Summit 2026, PT DSSP Power Sumsel Borong Empat Penghargaan

OSH Asias Summit 2026, PT DSSP Power Sumsel Borong Empat Penghargaan

Ekonomi | sindonews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:12
share

PT DSSP Power Sumsel memborong empat penghargaan dalam ajang OSH Asia’s Summit 2026 yang berlangsung di Prama Sanur Beach, Denpasar, Bali, pada 20–21 Agustus 2026. Tiga penghargaan diberikan untuk kinerja perusahaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sementara satu penghargaan lainnya diberikan kepada jajaran pimpinan atas kontribusinya dalam membangun budaya keselamatan.

Dalam ajang tersebut, PT DSSP Power Sumsel memperoleh predikat Bintang 4 serta tiga penghargaan pada kategori perusahaan. Penghargaan tersebut, yakni Best Predictive Safety System Excellence Award, Best Safety Culture and Human Performance Award, dan Best Contractor Safety Management Award.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan penguatan sistem keselamatan prediktif, budaya keselamatan, pengelolaan kontraktor, dan kepemimpinan sebagai bagian penting dari strategi keselamatan PT DSSP Power Sumsel dalam menjalankan operasional pembangkit. Penghargaan tersebut diberikan di tengah tuntutan industri ketenagalistrikan untuk tidak hanya memastikan keandalan operasi, tetapi juga mengantisipasi risiko keselamatan sebelum berkembang menjadi insiden. Baca juga:Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

CEO PT DSSP Power Sumsel Wang Quanmin mengatakan keselamatan harus menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis dan mengambil keputusan operasional. “Bagi kami, keselamatan bukan hanya tentang bagaimana mencegah kecelakaan, tetapi bagaimana kita mampu mengenali risiko lebih awal, mengambil tindakan yang tepat, dan memastikan setiap orang pulang dengan selamat. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus terus dibangun dan dijaga bersama,” katanya dalam siaran pers, Selasa (6/10/2026).

Pendekatan tersebut tercermin dalam pengembangan sistem HSE PT DSSP Power Sumsel yang menggabungkan pengelolaan risiko, penguatan human performance, peningkatan budaya keselamatan, serta pengelolaan keselamatan kontraktor. Aspek teknologi juga menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efektivitas sistem keselamatan.Bagi perusahaan pembangkit, pengelolaan keselamatan memiliki tantangan tersendiri karena melibatkan aktivitas dengan tingkat risiko tinggi. Mulai dari pekerjaan di area boiler dan furnace, pekerjaan kelistrikan, perawatan peralatan, hingga aktivitas yang melibatkan kontraktor.

Karena itu, pendekatan keselamatan tidak berhenti pada tindakan korektif setelah terjadi kejadian. PT DSSP Power Sumsel mengembangkan pendekatan yang lebih proaktif dengan mendorong identifikasi potensi risiko, peningkatan kompetensi pekerja, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran keselamatan.

Pendekatan tersebut sebelumnya juga dipaparkan dalam proses penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026. Berbagai program yang ditampilkan mencakup penguatan kebijakan HSE, kesiapsiagaan keadaan darurat, pemanfaatan teknologi, serta program peningkatan kesadaran dan budaya keselamatan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah bagaimana sistem keselamatan diterapkan secara konsisten bukan hanya kepada pekerja perusahaan, tetapi juga kepada kontraktor yang terlibat dalam kegiatan operasional. Hal ini sejalan dengan penghargaan Best Contractor Safety Management Award, yang menempatkan pengelolaan keselamatan kontraktor sebagai salah satu indikator penting dalam penerapan keselamatan di lingkungan pembangkit.

Deputy CEO PT DSSP Power Sumsel Awaludin Latif Shaubari menambahkan, penerapan keselamatan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang berada di lingkungan operasional. Menurutnya, keselamatan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu departemen. ”Setiap orang, baik pekerja maupun kontraktor, memiliki peran dalam mengenali bahaya, mengendalikan risiko, dan menghentikan pekerjaan apabila kondisi tidak aman. Inilah yang kami dorong menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari,” jelasnya.

Selain penghargaan untuk perusahaan, OSH Asia’s Summit 2026 juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan PT DSSP Power Sumsel. Wang Quanmin meraih penghargaan The Best CEO on OSH Culture, sedangkan Awaludin Latif Shaubari memperoleh penghargaan The Best Leadership on OSH Culture.

Penghargaan tersebut menyoroti peran kepemimpinan dalam memastikan keselamatan tidak berhenti sebagai kebijakan perusahaan, tetapi diterjemahkan menjadi perilaku dan keputusan dalam kegiatan operasional. Dalam lingkungan pembangkit, kepemimpinan keselamatan menjadi semakin penting karena keputusan operasional, pemeliharaan, pengelolaan pekerjaan berisiko tinggi, serta pengendalian kontraktor memiliki keterkaitan langsung dengan potensi risiko keselamatan.

Menurut Wang, kepemimpinan keselamatan harus dimulai dari keteladanan dan konsistensi di tingkat manajemen. “Leadership in safety means leading by example. Apa yang dilakukan oleh manajemen akan menjadi pesan yang dilihat dan diikuti oleh seluruh organisasi. Karena itu, kami harus konsisten menunjukkan bahwa tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan,” ujarnya.

Komitmen tersebut sebelumnya juga ditunjukkan dalam proses penjurian Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026. PT DSSP Power Sumsel memaparkan penerapan sistem keselamatan kebakaran, kesiapsiagaan keadaan darurat, serta berbagai inovasi untuk mendukung keselamatan operasional pembangkit.Empat penghargaan yang diterima PT DSSP Power Sumsel tidak hanya menjadi capaian perusahaan, tetapi juga menjadi tolok ukur untuk melanjutkan pengembangan sistem keselamatan. Perusahaan menilai tantangan keselamatan di industri pembangkitan terus berkembang seiring dengan kompleksitas operasi, penggunaan teknologi, serta keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan operasional. Baca juga: Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Hari Jadi 25 Tahun

Awaludin mengatakan pendekatan keselamatan ke depan perlu semakin mampu membaca potensi risiko sebelum risiko tersebut berkembang menjadi kejadian. “Kami ingin terus bergerak dari reactive safety menuju predictive safety. Artinya, kita tidak menunggu sampai terjadi insiden untuk belajar. Data, temuan, observasi, teknologi, dan pengalaman di lapangan harus digunakan untuk memprediksi risiko dan melakukan perbaikan lebih awal,” tutur Awaludin.

Karena itu, penguatan budaya keselamatan, pendekatan prediktif, pengelolaan risiko, dan kepemimpinan akan terus menjadi bagian dari upaya PT DSSP Power Sumsel dalam menjaga keselamatan sekaligus mendukung operational excellence. Dengan pendekatan tersebut, keselamatan ditempatkan bukan semata sebagai pemenuhan kewajiban, melainkan sebagai bagian integral dari keberlangsungan dan keandalan operasional pembangkit.

Topik Menarik