Investor Kripto Diingatkan Pentingnya Riset sebelum Transaksi
OSL Indonesia mendorong masyarakat menerapkan strategi investasi aset digital yang lebih terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan, tujuan, dan profil risiko masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap ekosistem aset digital di Indonesia yang menawarkan beragam pilihan investasi.
Head of Marketing OSL Indonesia Vincent Salaka mengatakan investor, khususnya yang baru memasuki aset kripto, perlu melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
“Bagi investor baru dan ingin berinvestasi pada aset kripto, sangat penting untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu. Jangan pernah berinvestasi pada aset investasi yang belum dikenal dan belum mengerti sepenuhnya. Kenali dulu aset investasi dan profil risiko masing-masing,” jelas Vincent dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga:OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
Menurut dia tantangan dalam berinvestasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca pergerakan pasar, tetapi juga memahami karakter diri sebagai investor. Karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, tingkat toleransi risiko, serta kemampuan masing-masing dalam menghadapi perubahan nilai aset.Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni melakukan investasi secara terjadwal dan konsisten sehingga investor tidak harus terus-menerus menentukan waktu pembelian secara manual. Sejalan dengan pendekatan tersebut, OSL Indonesia menghadirkan fitur Auto-Invest (DCA) pada platformnya untuk mendukung pengguna yang ingin membangun kebiasaan investasi secara lebih teratur dan berorientasi jangka panjang.
Sementara itu, bagi investor dengan kebutuhan dan aktivitas transaksi yang lebih tinggi, OSL Indonesia menyediakan OSL Elite yang menawarkan pengalaman dan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan nilai investasi lebih besar. OSL juga menghadirkan OSL Launchpool yang memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan mengikuti program alokasi aset kripto tertentu dengan mengalokasikan aset yang dimiliki selama periode program.
Baca Juga:OSL Indonesia Dorong Edukasi Kripto Melalui Mekanisme Insentif
OSL Indonesia menilai beragam pilihan tersebut diperlukan karena karakter dan kebutuhan setiap investor berbeda sehingga pendekatan investasi tidak dapat disamaratakan. Melalui pilar Global, Compliant, Empowering, perusahaan berupaya membangun ekosistem aset digital yang memberikan pilihan bagi pengguna sesuai dengan tahapan dan tujuan investasinya.
Di sisi lain, OSL Indonesia mengingatkan bahwa perdagangan dan investasi aset digital tetap memiliki risiko, antara lain fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi. Oleh karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan mekanisme setiap aset, melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR), serta mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangan masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.










