Indonesia Kehilangan 25 Pasokan Minyak Nasional, Lelang Impor BBM Dihapus
Buntut panjang perang Iran yang melumpuhkan Selat Hormuz memaksa Irak mengambil langkah taktis yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Demi menyelamatkan pasokan energi dan menjangkau pembeli global yang takut melintasi perairan berbahaya Teluk Persia, perusahaan kapal tanker negara Irak (Iraqi Oil Tankers Co.) resmi mengangkut dan mengawal langsung pengiriman 2 juta barel minyak mentah keluar melewati Selat Hormuz.
Langkah berani ini menandai pergeseran radikal dalam strategi pemasaran minyak mentah Bagdad, dimana untuk pertama kalinya, pemerintah Irak yang mengambil tanggung jawab penuh mengantarkan muatan melewati titik genting Hormuz, alih-alih menyerahkan risiko pelayaran kepada kapal pembeli di Pelabuhan Basra.
Baca Juga: Irak di Ambang Darurat Ekonomi usai Kehilangan Pendapatan Minyak Rp1.067 Triliun
Direktur Jenderal Iraqi Oil Tankers Co., Ali Qais Abdul Jabbar membenarkan, penerobosan armada Very Large Crude Carrier (VLCC) ini melalui video resmi di laman Facebook Kementerian Perminyakan Irak.
"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, perusahaan tanker negara mengurusi pengangkutan supertanker melintasi Selat Hormuz. Langkah ini memberikan Irak kendali lebih besar atas pengiriman minyak mentah agar mampu bersaing dengan produsen regional," tegas Qais.
Dengan menyerahkan kargo langsung di luar kawasan Teluk, Irak dapat merangkul kilang-kilang minyak internasional yang enggan mengutus armada kapal mereka ke dalam zona perang Hormuz. Selain itu, strategi ini memungkinkan Bagdad mengamankan harga jual yang lebih tinggi dan menghapus potongan harga (diskon risiko) yang selama ini terpaksa diberikan kepada pembeli di terminal selatan.
Perang Tanker, Irak & UEA Berlomba Borong Kapal
Krisis logistik pasca-serangan militer di kawasan Teluk telah memicu perlombaan baru di antara produsen minyak Timur Tengah, yakni perburuan kapal tanker independen. Tak hanya Irak, raksasa energi Uni Emirat Arab (Abu Dhabi National Oil Co./ADNOC) juga terus memperkuat armada kapal tankernya demi menjamin kelancaran arus ekspor.Baca Juga: 3 Kapal Tanker Terkait UEA Diserang, Iran Peringatkan Transit Selat Hormuz Tanpa Izin
Menteri Perminyakan Irak, Basim Mohammed Khudair mengonfirmasi pada Sabtu lalu bahwa Bagdad tengah memburu pendanaan untuk membeli armada tanker baru bagi perusahaan negara. "Memiliki armada kapal sendiri akan menopang keandalan ekspor nasional dan mendongkrak penerimaan negara secara signifikan," ungkap Khudair.
Meski belum membeberkan identitas kapal VLCC maupun pemesan akhir dari 2 juta barel minyak tersebut, Kementerian Perminyakan Irak mencatat tren positif peningkatan produksi. Pada periode hingga 21 September, ekspor minyak mentah Irak rata-rata menyentuh 2,6 juta barel per hari.
Angka tersebut naik signifikan dibandingkan posisi Agustus yang berada di kisaran 2 juta barel per hari, meski masih berada di bawah kapasitas pra-perang yang mencapai 3,3 hingga 3,5 juta barel per hari. Selain memperkuat armada kapal, Irak kini mengejar rute alternatif jalur darat, termasuk optimalisasi pipa utara via Turki dan rencana saluran pipa menuju Pelabuhan Baniyas di Suriah.










