Jacky Manuputty Ungkap Alasannya Tidak Hadiri Pelantikan sebagai Wantimpres
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn Frits Manuputty (Jacky Manuputty) mengungkapkan alasannya tidak menghadiri pelantikannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Dia mengaku tengah menghadiri sebuah acara lain di luar negeri.
Untuk itu, Jacky tak bisa hadiri dalam acara pelantikan Wantimpres. "Mohon maaf, saya lagi di acara. Kemarin saya tak ikut pelantikan karena saya ada di Thailand," kata Jacky saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (4/10/2026).
Sebelumnya, Ketua Wantimpres Pratikno mengungkapkan ada dua orang yang tidak hadir pelantikan tetap menjadi anggota Wantimpres sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres).
Baca juga: Prabowo Lantik Wantimpres, Ada Pratikno, Anwar Usman, hingga Rocky Gerung
Dua orang yang tak hadir tersebut adalah pengusaha sekaligus mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Jacky Manuputty.“Itu kan sudah di Keppres,” kata Pratikno usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Sebagai informasi, Prabowo melantik 26 pejabat untuk mengisi jajaran Wantimpres di Istana Negara. Dalam pelantikan tersebut, hanya 24 orang hadir, sementara dua orang tidak hadir langsung dalam seremoni pelantikan.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Para Wantimpres yang dilantik berasal dari berbagai unsur, seperti tokoh nasional, mantan menteri, politikus, dan pengusaha. Pratikno ditunjuk menjadi Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres, dan M Qodari menjadi Sekretaris Wantimpres.
Sejumlah nama dalam anggota Wantimpres di antaranya Shinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Said Aqil Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf. Kemudian, ada Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Dato Sri Tahir, hingga Rocky Gerung.










