Profil Brigjen Roy Siahaan, Kapolda Jateng yang Baru Pernah Tangkap Gembong Sabu di Kamboja
SEMARANG, iNews.id - Profil Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan yang mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jawa Tengah dalam rangkaian mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri. Sebelum memimpin Polda Jawa Tengah, Brigjen Roy Hardi dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.
Brigjen Roy Hardi ditunjuk menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakalemdiklat Polri. Penunjukan tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Sebelum menjadi Kapolda Jateng, Brigjen Roy Hardi menjabat Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN). Jabatan tersebut membuatnya banyak terlibat dalam penanganan jaringan peredaran narkotika.
Salah satu penugasan yang mencatat namanya adalah keterlibatan dalam operasi penangkapan gembong sabu di Kamboja. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam tugasnya sebelum mendapat amanah memimpin di Polda Jateng.
Kini, Roy Hardi akan menghadapi tanggung jawab yang lebih luas sebagai orang nomor satu di Polda Jateng. Wilayah hukum Polda Jawa Tengah mencakup 35 kabupaten/kota dengan beragam persoalan keamanan dan penegakan hukum.
Pergantian Kapolda Jateng merupakan bagian dari rotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Mutasi tersebut sekaligus mencakup pergantian pimpinan di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan para personel yang mendapat jabatan baru diharapkan segera menjalankan tanggung jawab masing-masing. Penugasan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Selain Roy Hardi, sejumlah perwira juga mendapat penugasan baru sebagai Kapolda. Rotasi tersebut meliputi Kapolda Metro Jaya, Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan penugasan tersebut, perhatian kini tertuju pada langkah Roy Hardi Siahaan memimpin Polda Jawa Tengah. Pengalaman di bidang pemberantasan narkotika menjadi salah satu modal yang akan dibawanya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan penegakan hukum di Jawa Tengah.







