Bukan Tanda Lemah, Menkes Ungkap 4 Manfaat Menangis bagi Kesehatan Mental

Bukan Tanda Lemah, Menkes Ungkap 4 Manfaat Menangis bagi Kesehatan Mental

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:28
share

Banyak dari kita yang tumbuh dengan anggapan bahwa menangis adalah bentuk kelemahan. Tak jarang, seseorang memilih untuk menahan air mata agar tetap terlihat kuat di hadapan orang lain.

Padahal, dari sudut pandang medis dan kesehatan jiwa, melepaskan emosi melalui tangisan justru merupakan mekanisme alami tubuh untuk memulihkan diri.

Baca juga: Sering Dikira GERD, Ternyata Ini Gejala Gagal Jantung di Usia Muda

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan pandangannya mengenai pentingnya menangis bagi kesehatan mental.

Ia menegaskan bahwa menangis bukanlah tanda bahwa seseorang rapuh, melainkan proses alami tubuh yang membawa dampak positif cukup besar."Jangan salah, menangis itu ternyata ada manfaatnya loh buat kesehatan jiwa," kata Budi, dikutip Kamis (1/10/2026).

Baca juga: Sering Dikira Masuk Angin, Ini Gejala Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai

Menangis tidak sekadar reaksi emosional saat sedih atau terharu, melainkan cara tubuh melakukan pembersihan emosi secara menyeluruh. Ia membeberkan empat manfaat utama dari melepaskan air mata.

Pertama adalah air mata emosional yang keluar saat menangis membantu menurunkan kadar hormon penyebab stres. Selain itu, menangis juga bisa meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin yang bisa meredakan nyeri fisik maupun mental.

"Pertama, fungsinya sebagai detoks alami. Dengan kita mengeluarkan air mata, tubuh kita bisa menurunkan hormon kortisol. Ini adalah hormon stres. Kedua, hormon oksitosin dan hormon endorfin kita akan naik. Dan ini adalah hormon-hormon yang meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental," jelas dia.

Bahkan, menangis juga bisa membuat kita lebih rileks dan santai. Hal itu dikarenakan saat menangis bisa mengaktifkan saraf parasimpatik dalam tubuh.

"Jadi ingat ya, nangis itu bukan menandakan diri kita lemah. Justru ini adalah teknik alami bisa mengurangi gejala-gejala overthinking yang membuat kita memiliki masalah," pungkas Budi.

Topik Menarik