IHSG Tertekan di Awal Perdagangan, Turun hingga Level 6.353
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 0,16 ke level 6.364 pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Satu menit setelah pembukaan, indeks kembali tertekan 0,33 ke level 6.353 dengan mayoritas saham bergerak terbatas.
Berdasarkan data perdagangan BEI, sebanyak 200 saham berada di zona hijau, 255 saham melemah, dan 508 saham lainnya stagnan pada awal perdagangan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp371 miliar dengan volume mencapai 911 juta lembar saham.
Baca Juga:IHSG Berbalik Menguat, Hari Ini Terangkat Naik 1,56 ke level 6.374
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks utama, yakni indeks LQ45 yang turun 0,50 ke level 630, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,69 ke 378, MNC36 turun 0,54 ke 272, dan IDX30 terkoreksi 0,42 ke 349.
Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor bergerak di zona merah, meliputi bahan baku, energi, infrastruktur, properti, industri, teknologi, keuangan, dan kesehatan. Sementara itu, sektor barang konsumen non-siklikal, barang konsumen siklikal, serta transportasi bergerak menguat.Baca Juga:Penutupan Perdagangan Sesi I, IHSG Anjlok 1,11 ke 6.313
Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) tercatat sebagai tiga saham yang memimpin daftar top gainers pada awal perdagangan. Sementara itu, daftar top losers diisi PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF, dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).









