Ayat Al Quran dan Hadis tentang Wanita Akhir Zaman
Ayat-ayat Al-Qur'an tentang wanita akhir zaman memang tidak disebutkan secara spesifik dengan istilah tersebut. Namun, sejumlah ayat memberikan pedoman mengenai kehormatan, cara berpakaian, menjaga pandangan, serta larangan bertabarruj atau menampilkan perhiasan secara berlebihan.
Pembahasan mengenai wanita akhir zamanselama ini lebih banyak ditemukan dalam hadis Nabi Muhammad. Sementara Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip moral dan etika yang dapat menjadi pedoman bagi perempuan Muslim dalam menjaga kehormatan diri.
Istilah akhir zaman sendiri merujuk pada masa menjelang terjadinya berbagai peristiwa besar sebelum hari Kiamat. Dalam pembahasan keislaman, sejumlah hadis menggambarkan berbagai perubahan sosial dan moral yang terjadi menjelang akhir zaman, termasuk fenomena yang berkaitan dengan kaum perempuan.
Kebakaran Hutan Kalimantan, Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap
Lantas, apa saja ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan pembahasan mengenai wanita akhir zaman?
Ayat Al-Qur'an tentang Wanita Akhir Zaman
Berikut sejumlah ayat Al-Qur'an yang berbicara mengenai prinsip menjaga kehormatan dan etika perempuan.1. Surat Yusuf Ayat 28
Surat Yusuf ayat 28 menceritakan peristiwa ketika Nabi Yusuf Alaihissalam digoda oleh Zulaikha. Setelah melihat pakaian Yusuf yang terkoyak di bagian belakang, suami Zulaikha menyadari bahwa istrinya yang mengejar Yusuf.Baca juga:7 Cara Agar Tetap Istiqamah Setelah Hijrah, Jangan Sampai Semangat Hanya di Awal
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَلَمَّا رَاٰ قَمِيۡصَهٗ قُدَّ مِنۡ دُبُرٍ قَالَ اِنَّهٗ مِنۡ كَيۡدِكُنَّؕ اِنَّ كَيۡدَكُنَّ عَظِيۡمٌ“Ketika dia melihat bajunya koyak di bagian belakang, dia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Sungguh, tipu dayamu itu besar.’” (QS. Yusuf: 28)
Ayat ini merupakan bagian dari kisah Nabi Yusuf dan tidak secara khusus membahas wanita akhir zaman. Namun, kisah tersebut kerap dijadikan pelajaran mengenai godaan, kehormatan diri, serta pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang dapat menjerumuskan kepada kemaksiatan.
2. Surat An-Nur Ayat 31
Salah satu ayat yang secara langsung memberikan pedoman kepada perempuan beriman adalah Surat An-Nur ayat 31.Allah SWT berfirman agar perempuan beriman menjaga pandangan, memelihara kehormatan dan tidak menampakkan perhiasannya secara berlebihan.
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat...” (QS. An-Nur: 31)
Ayat ini menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan mengenai aurat dan etika berpakaian perempuan dalam Islam.
Dalam konteks kehidupan modern, pesan tersebut dapat dikaitkan dengan bagaimana seorang Muslimah menjaga penampilan agar tetap sesuai dengan prinsip kesopanan dan ketentuan agama.
3. Surat Al-Ahzab Ayat 33
Al-Qur'an juga mengingatkan kaum perempuan agar tidak bertabarruj sebagaimana perilaku masyarakat jahiliah dahulu.Allah SWT berfirman:وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah dahulu...” (QS. Al-Ahzab: 33)
Istilah tabarruj secara umum dipahami sebagai sikap menampakkan perhiasan atau kecantikan secara berlebihan di hadapan orang yang bukan mahram.
Ayat tersebut sering dibahas ketika berbicara mengenai etika perempuan dalam berpakaian dan berpenampilan. Namun, konteks ayat perlu diperhatikan karena secara langsung ayat ini ditujukan kepada istri-istri Nabi Muhammad SAW, meskipun para ulama membahas pelajaran dan ketentuan yang dapat diambil darinya dalam konteks yang lebih luas.
4. Surat Al-Ahzab Ayat 59
Ketentuan mengenai pakaian perempuan juga terdapat dalam Surat Al-Ahzab ayat 59.Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)Ayat ini menjadi salah satu dalil yang dibahas ulama mengenai kewajiban menutup aurat dan penggunaan jilbab bagi perempuan Muslimah.
Hadis tentang Fitnah Wanita di Akhir Zaman
Jika Al-Qur'an memberikan prinsip mengenai kehormatan dan etika perempuan, gambaran mengenai fitnah wanita pada akhir zaman antara lain terdapat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.Rasulullah SAW bersabda:
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut berbicara mengenai besarnya ujian yang dapat ditimbulkan oleh ketertarikan laki-laki terhadap perempuan. Karena itu, Islam tidak hanya memberikan aturan kepada perempuan, tetapi juga memberikan kewajiban kepada laki-laki untuk menjaga pandangan dan kehormatan dirinya.
Dengan demikian, pembahasan mengenai fitnah wanita tidak semestinya dimaknai sebagai menyalahkan perempuan. Tanggung jawab menjaga kehormatan dalam Islam berlaku bagi kedua belah pihak.
Hadis tentang Fenomena Perempuan Berpakaian tetapi Telanjang
Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan mengenai fenomena perempuan yang berpakaian tetapi pada hakikatnya tidak menutup tubuh sebagaimana mestinya.Rasulullah SAW bersabda:سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ، عَلَى رُءُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْعِجَافِ، الْعَنُوهُنَّ فَإِنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ
“Pada akhir umatku akan ada perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, di atas kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah perempuan-perempuan yang dilaknat.” (HR. Ahmad)
Hadis ini kerap dikaitkan dengan istilah kasiyat 'ariyat, yakni perempuan yang mengenakan pakaian tetapi pakaian tersebut tidak memenuhi fungsi menutup aurat. Para ulama memberikan sejumlah penjelasan mengenai makna istilah tersebut, antara lain pakaian yang tipis, transparan, ketat, atau tidak menutup bagian tubuh yang semestinya ditutup.
Karena itu, persoalan busana dalam Islam tidak semata-mata menyangkut model atau tren pakaian. Hal yang menjadi perhatian adalah apakah pakaian tersebut memenuhi prinsip kesopanan dan ketentuan syariat.
Bukan Larangan untuk Tampil Cantik
Islam pada dasarnya tidak melarang perempuan untuk tampil rapi, bersih dan cantik. Persoalannya adalah ketika penampilan tersebut dilakukan dengan cara yang bertentangan dengan ketentuan agama, seperti menampakkan aurat atau perhiasan kepada orang yang tidak berhak melihatnya.Di tengah perkembangan industri fesyen dan media sosial, perempuan Muslimah menghadapi berbagai tren penampilan yang terus berubah. Karena itu, prinsip yang ditekankan Al-Qur'an dan hadis tetap relevan sebagai pedoman dalam menentukan batas antara berhias dan tabarruj.
Dengan demikian, istilah wanita akhir zaman sebaiknya tidak dipahami semata-mata sebagai label terhadap perempuan masa kini. Al-Qur'an dan hadis justru memberikan pedoman agar setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, menjaga kehormatan, pandangan, pakaian dan akhlaknya ketika menghadapi berbagai perubahan zaman.
Baca juga:Hijrah Seorang Diri, Kisah Ummu Kultsum yang Berani Tinggalkan Keluarga demi Iman









