MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Peran Perawat Onkologi dalam Pendampingan Pasien Kanker
Perawatan kanker bukan hanya soal memilih terapi yang tepat. Pasien juga membutuhkan pendampingan selama menjalani rangkaian pengobatan, mulai dari memahami perubahan kondisi tubuh, mengelola efek samping terapi, hingga memperoleh dukungan emosional dan koordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
Peran tersebut salah satunya dijalankan oleh perawat onkologi. Seiring berkembangnya teknologi dan pilihan terapi kanker, kebutuhan terhadap tenaga keperawatan dengan kompetensi khusus pun semakin besar.
Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu, mengatakan perawat memiliki peran penting dalam mendampingi pasien sepanjang perjalanan perawatan kanker.
“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat, tetapi juga seseorang yang memahami apa yang terjadi pada tubuhnya selama menjalani terapi, membantu mengenali perubahan kondisi, memberikan edukasi, dan menghubungkan berbagai kebutuhan pasien dengan tim yang merawatnya. Di situlah peran oncology nurse menjadi sangat penting,” ujar Fretty.
Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi pengobatan tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi langsung antara tenaga kesehatan dan pasien.“Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker memang begitu cepat. Namun, human touch dari perawat tidak bisa digantikan. Dalam 24 jam, perawat berjalan bersama pasien,” katanya.
Baca Juga: Polemik Mindfulness Maudy Ayunda, Benarkah Bisa Redakan Stres dan Kecemasan?
Perawat Jadi Bagian Penting Tim Perawatan Kanker
Dalam pelayanan kanker, perawat onkologi menjadi bagian dari tim interprofesional. Perannya mencakup pengelolaan gejala dan efek samping pengobatan, edukasi pasien, koordinasi perawatan, keselamatan pemberian terapi, serta dukungan kepada pasien dan keluarga.
Pendekatan tersebut juga diterapkan MRCCC Siloam Semanggi melalui sistem multidisciplinary team atau MDT. Tim ini dapat melibatkan dokter, perawat, apoteker, radiografer atau radiation therapist, ahli gizi, psikolog, rehabilitasi medik hingga tim paliatif sesuai kebutuhan masing-masing pasien.Kolaborasi lintas profesi memungkinkan kondisi pasien dilihat dari berbagai aspek sehingga pelayanan tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi juga pada kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan sistem yang mendukung kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kanker.
“Magnet Recognition with Distinction bukan sekadar pengakuan terhadap keperawatan, tetapi mencerminkan bagaimana sebuah organisasi membangun sistem yang memungkinkan berbagai keahlian bekerja bersama untuk memberikan pelayanan yang lebih terintegrasi. Bagi kami, keunggulan keperawatan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan kualitas pelayanan terbaik bagi pasien kanker,” ujar Tries.
Target Perkuat Kompetensi Perawat Onkologi
MRCCC Siloam Semanggi menargetkan sekitar 80 persen perawatnya memiliki kompetensi sebagai perawat onkologi dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan program pelatihan khusus keperawatan kanker.Pengembangan kompetensi ini dibutuhkan karena perjalanan pengobatan kanker dapat berlangsung panjang dan kompleks. Pasien mungkin menjalani kombinasi operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target maupun jenis perawatan lainnya dengan kebutuhan pendampingan yang berbeda pada setiap tahap.
Di sisi lain, MRCCC Siloam Semanggi pada 2026 memperoleh Magnet® with Distinction dari American Nurses Credentialing Center (ANCC), sebuah pengakuan internasional terhadap praktik dan kepemimpinan keperawatan dalam organisasi pelayanan kesehatan.
Penilaiannya menggunakan Magnet Model yang mencakup kepemimpinan, pemberdayaan tenaga keperawatan, praktik profesional, pengembangan pengetahuan dan inovasi, serta hasil pelayanan yang terukur.
Bagi rumah sakit tersebut, pencapaian itu menjadi salah satu tolok ukur untuk terus mengembangkan kompetensi perawat, inovasi pelayanan, dan kolaborasi lintas profesi.
Dengan semakin kompleksnya pengobatan kanker, keseimbangan antara kemajuan teknologi dan sentuhan manusia dalam pelayanan kesehatan menjadi semakin penting. Kehadiran tenaga kesehatan yang mampu mendampingi, memberikan informasi, serta memahami kebutuhan pasien dapat menjadi bagian penting dari perjalanan perawatan kanker.
Baca Juga: Pakar Jelaskan Cara Virus Influenza A Masuk dan Menginfeksi Tubuh










