Ed Sheeran Akhirnya Minta Maaf usai Buang Macklemore: Saya Membuat Kesalahan

Ed Sheeran Akhirnya Minta Maaf usai Buang Macklemore: Saya Membuat Kesalahan

Gaya Hidup | inews | Senin, 21 September 2026 - 15:45
share

PHILADELPHIA, iNews.id - Musisi Ed Sheeran akhirnya buka suara mengenai kontroversi yang mengguncang rangkaian tur konsernya di Amerika Serikat.

Dalam konser terbarunya di Philadelphia, Sabtu (19/9/2026) malam waktu setempat, penyanyi asal Inggris itu meminta maaf kepada penonton dan mengakui telah membuat sejumlah kesalahan dalam menghadapi situasi yang terjadi selama sepekan terakhir.

Ed Sheeran menyampaikan permintaan maaf tersebut saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia. Konser ini menjadi penampilan pertamanya setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian 'Loop Tour' di Amerika Serikat.

"Saya harus mengambil dan membuat keputusan-keputusan sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya benar-benar minta maaf," kata Ed Sheeran kepada penonton, seperti diberitakan Reuters, dikutip Senin (21/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur memicu perdebatan luas. Macklemore sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya sebagai artis pembuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal September 2026.

Macklemore bahkan membawakan lagu 'Hind's Hall', yang terinspirasi dari konflik di Gaza, serta menyampaikan seruan dukungan untuk Palestina dari atas panggung.

Pada 14 September, pihak promotor mengumumkan Macklemore tidak lagi tampil dalam sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat. Keputusan tersebut disebut diambil setelah sejumlah venue menyatakan tidak akan menggelar konser dengan Macklemore sebagai bagian dari daftar penampil.

Ed Sheeran sebelumnya menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya. Dia mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan venue dan promotor untuk mencari jalan keluar, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan promotor dan pihak venue.

Kontroversi itu kemudian semakin melebar setelah sejumlah artis pendukung lainnya, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, serta band pengiring Ed Sheeran, Beoga, memilih meninggalkan tur. Mereka menyatakan dukungan terhadap Macklemore dan kebebasan menyampaikan pandangan mengenai persoalan Palestina.

Ed Sheeran Bicara soal Gaza

Dalam konser di Philadelphia, Ed Sheeran juga untuk pertama kalinya menyampaikan pandangannya secara langsung mengenai kondisi di Gaza di tengah polemik tersebut.

Dia mengatakan serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 merupakan peristiwa yang mengerikan. Namun, dia juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan warga sipil di Gaza.

Ed Sheeran menyebut situasi yang terjadi di Gaza sebagai 'catastrophic and unjustifiable' atau bencana dan tidak dapat dibenarkan. Dia juga mengatakan hatinya hancur melihat besarnya kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak.

Sebelumnya, Ed Sheeran mengatakan dirinya memilih untuk tidak menjadikan konser sebagai forum politik. Dia menegaskan bahwa pertunjukannya dimaksudkan sebagai ruang bagi orang-orang dari berbagai latar belakang untuk berkumpul, menikmati musik, dan merasakan kebersamaan.

Namun, situasi yang terjadi setelah Macklemore dikeluarkan dari tur membuat Ed Sheeran akhirnya berbicara lebih terbuka.

Ed Sheeran Terlihat Emosional

Permintaan maaf Ed Sheeran di atas panggung juga berlangsung emosional. Dia mengaku situasi tersebut membuatnya merasa kehilangan sejumlah orang di sekitarnya.

Di hadapan sekitar 50.000 penonton, Ed Sheeran mengatakan dirinya merasakan dukungan dari orang-orang yang tetap hadir di konser tersebut.

"Semua orang menyuruh saya membatalkan, dan saya merasa semua teman, keluarga, dan orang-orang yang saya kenal meninggalkan saya," ujar Ed Sheeran.

Meski demikian, dia mengaku melihat puluhan ribu orang yang tetap datang memberikan dukungan kepadanya.

Ed Sheeran kemudian melanjutkan penampilannya di Philadelphia tanpa Macklemore maupun sejumlah artis pendukung yang sebelumnya dijadwalkan mengisi rangkaian konser tersebut.

Kontroversi ini pun menjadi salah satu persoalan terbesar yang muncul dalam rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat, sekaligus membuat penyanyi tersebut akhirnya menyampaikan pandangan publik mengenai konflik Israel-Palestina yang sebelumnya dia pilih untuk tidak dibicarakan secara terbuka.

Topik Menarik