Kisah Bagas, Mahasiswa UGM yang Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026
Para pejabat Iran dijadwalkan bertemu dengan perwakilan negara-negara Teluk di Oman pada hari Senin (14/9/2026) untuk membahas langkah selanjutnya dalam pembukaan Selat Hormuz. Pertemuan ini digelar di tengah ketegangan yang masih terjadi di Selat Hormuz.
Pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menunjukkan upaya Teheran menempatkan pertemuan ini dalam konteks politik yang lebih luas.
Iran ingin menampilkan solusi pembukaan jalur perairan tersebut sebagai pendekatan kolektif, yang berarti masalah regional harus diselesaikan oleh para aktor regional, khususnya terkait pengelolaan Selat Hormuz di masa depan.
Iran dan Oman telah mengumumkan adanya kesepahaman mengenai pembentukan jalur pelayaran sementara yang melintasi selat tersebut, serta pembersihan ranjau di jalur perairan itu dalam jangka pendek dan penentuan langkah selanjutnya terkait pengelolaan lalu lintas di selat tersebut.
Tampaknya terdapat pula kesepahaman bahwa negara-negara GCC yang wilayahnya berada di tepi atau berbatasan dengan selat tersebut akan dilibatkan, sehingga solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak dapat dihasilkan.Sementara itu, Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan telah mengalihkan jalur 99 kapal komersial guna menegakkan blokade di Selat Hormuz.
Adapun para delegasi dari Iran, Irak, dan negara-negara Teluk bersiap untuk bertemu di Oman guna merundingkan keamanan maritim.
Di sisi lain, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, memuji kemenangan Yaman menyusul ekspansi kelompok Houthi di sepanjang garis pantai Laut Merah.
Baca juga: Presiden Iran Tegaskan Tidak Dukung Kelanjutan Perang, Serukan Penguatan Ketahanan Negara










