Haedar Nashir Luncurkan Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Haedar Nashir Luncurkan Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Nasional | sindonews | Sabtu, 12 September 2026 - 13:18
share

Perang saudara di Yaman yang telah berlangsung lebih dari satu dekade kembali memanas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan di beberapa lokasi terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi. Tak hanya itu, Houthi menyerang wilayah selatan Arab Saudi.

Lantas, siapa saja yang terlibat dalam konflik ini? Berikut adalah gambaran mengenai para aktor utamanya:

1. Kelompok Houthi

Dipandang sebagai bagian dari aliansi regional yang dikenal sebagai "poros perlawanan" (axis of resistance) yang didukung Iran, kelompok Houthi—yang juga dikenal sebagai Ansar Allah (penolong Allah)—merupakan kelompok bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kotanya, Sanaa.

Mereka juga terbukti tangguh, mampu bertahan menghadapi pengeboman selama lebih dari 10 tahun oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, serta serangan dari Amerika Serikat dan Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok ini semakin dikenal luas karena serangan-serangan terhadap Israel dan kapal-kapal di Laut Merah sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023.

2. Arab Saudi

Riyadh terlibat dalam perang Yaman saat memimpin koalisi militer melawan Houthi pada Maret 2015, dengan tujuan memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang menjabat saat itu.

Langkah ini diambil sebelum adanya pemulihan hubungan antara Arab Saudi dan Iran yang dimediasi oleh China pada tahun 2023, yang menandai dimulainya hubungan yang lebih pragmatis dan tidak terlalu konfrontatif.

3. Dewan Kepemimpinan Presiden (Presidential Leadership Council/PLC)

PLC yang didukung Arab Saudi ini dibentuk pada tahun 2022 dan mewakili pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dewan ini memiliki mandat untuk mengelola urusan politik, keamanan, dan militer negara, serta mengarahkan negosiasi menuju gencatan senjata permanen.

Keanggotaannya terdiri dari campuran politisi serta pemimpin yang memiliki latar belakang militer dari wilayah utara dan selatan, dalam upaya menyatukan kekuatan-kekuatan utama penentang Houthi di bawah satu naungan.

4. Partai Islah

Yemeni Congregation for Reform, atau yang lebih dikenal sebagai Islah, merupakan gerakan Islamis Sunni yang memiliki ikatan historis dengan Ikhwanul Muslimin.

Partai ini merupakan salah satu faksi dalam pemerintahan yang diakui dan dipimpin oleh PLC, namun telah lama memiliki identitas yang independen.

5. Pasukan Perlawanan Nasional (National Resistance Forces)

Pasukan Perlawanan Nasional adalah faksi militer yang berpihak pada pemerintah dan memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi.

Pasukan ini dipimpin oleh Tareq Saleh, keponakan dari mendiang mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Baca juga: Presiden Iran Tegaskan Tidak Dukung Kelanjutan Perang, Serukan Penguatan Ketahanan Negara

Topik Menarik